Batam, Nagoyapos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengeluarkan peringatan tegas bagi seluruh camat dan lurah di Kota Batam. Dalam waktu enam bulan ke depan, kinerja mereka akan dievaluasi dengan tiga indikator sederhana: penataan kantor, lingkungan rapi, dan penanganan sampah.
Hal itu disampaikan Amsakar dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Camat dan Lurah se-Kota Batam di Ruang Hang Nadim, Kantor Wali Kota Batam, Kamis (4/9/2025). Rakor tersebut juga dihadiri Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.
“Indikator sederhana kinerja ada tiga: kantor rapi, lingkungan tertata, dan sampah bisa terurai. Itu ukuran paling dasar. Enam bulan ke depan akan kita lihat hasilnya,” tegas Amsakar.
Menurutnya, kantor yang rapi bukan hanya soal estetika, melainkan cerminan keseriusan aparatur dalam bekerja. Lingkungan sekitar juga harus ditata, mulai dari halaman, taman, pohon, hingga normalisasi drainase secara rutin agar Batam terhindar dari banjir.
Masalah sampah menjadi perhatian utama. Amsakar meminta camat dan lurah kreatif melibatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Untuk mendukung itu, Pemko Batam menyiapkan tambahan armada persampahan tahun 2026, yakni:
1. 29 unit compactor Hino
2. 42 unit arm roll
3. 10 unit dump truck
4. 132 unit bin sampah
5. 1 unit becak motor
Selain itu, juga disiapkan 3 UPT baru serta pembangunan insinerator untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah.
“Tambahan armada ini jangan sampai hanya jadi pajangan. Keluhan masyarakat soal sampah dan banjir harus ditangani cepat, tidak boleh berlarut,” ujar Amsakar.
Dengan ultimatum ini, masyarakat Batam menaruh harapan besar agar pelayanan publik makin baik dan masalah klasik seperti sampah dan banjir dapat diatasi secara nyata. (cr)













