Johor Bahru, Nagoyapos.com – Kabar menggembirakan datang dari dunia seni dan budaya! Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) bersama Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur dan Konsulat Jenderal RI Johor Bahru sukses menggelar Pementasan Wayang Santri Tour Malaysia di dua lokasi ikonik, yakni Keraton Mbah Anang, Muar dan Angsana Mall, Johor Bahru.
Pagelaran ini bukan sekadar hiburan biasa, melainkan sebuah diplomasi budaya yang mempererat persahabatan antara Indonesia dan Malaysia.
Dengan dalang muda berbakat, Ki Haryo Susilo Enthus Susmono, pertunjukan wayang tradisional yang mengangkat kisah legendaris Kampala dan Jaka Tingkir ini sukses menyihir penonton dari berbagai kalangan, baik WNI maupun warga Malaysia keturunan Jawa.
Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani, yang juga penggagas acara ini, menegaskan bahwa wayang dan pesantren adalah bagian dari akar budaya Nusantara yang harus terus dijaga.
Ia menambahkan, “Di antara warga Malaysia, wayang adalah bagian hidup yang tak lekang oleh waktu. Melalui pementasan ini, kita perkuat silaturahmi dan kecintaan terhadap warisan leluhur.”
Pertunjukan Wayang Santri Pengobat Rindu
Tak hanya itu, Konsul Jenderal RI di Johor, Sigit Suryantoro Widiyanto, menyatakan bahwa acara ini menjadi “pengobat rindu kampung” sekaligus sarana pelestarian budaya bagi warga Indonesia di perantauan.
Puncak acara semakin semarak dengan pemberian penghargaan kepada 8 penggiat budaya di Muar. Hal ini sebagai bentuk apresiasi lintas negara atas dedikasi mereka menjaga seni dan tradisi Nusantara.
Tokoh penting dari kedua negara, termasuk Rektor ASWARA dan pejabat tinggi Johor, turut hadir memberikan dukungan penuh.
Datuk Bandar Majelis Bandaraya Johor Bahru, Dato’ Haji Mohd Haffiz bin Haji Ahmad, bahkan mengajak masyarakat menikmati keindahan Johor sekaligus menyambut kehadiran seni wayang Indonesia sebagai simbol persahabatan abadi.
Setelah sukses di Johor, Wayang Santri Tour akan melanjutkan perjalanan ke Kuala Lumpur dan Selangor pada 26-27 Juli 2025. Pertunjukan ini membawa kebudayaan Indonesia semakin dikenal dan dicintai oleh masyarakat Malaysia.
Acara ini bukan hanya pementasan seni, tapi juga jembatan kuat antara dua bangsa yang memiliki sejarah dan budaya saling terkait. (ck)
