Batam, Nagoyapos.com – Polusi udara di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), masih menjadi perhatian pada Kamis pagi (15/10/2026). Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI) tercatat mencapai 166, naik dari angka 161 pada pemantauan sebelumnya pukul 06.31 WIB.
Berdasarkan data pemantauan kualitas udara yang diperbarui pukul 08.11 WIB, kondisi udara Batam masuk kategori tidak sehat menurut skala AQI Amerika Serikat (US AQI). Konsentrasi partikel halus PM2.5 juga meningkat menjadi 85 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Kondisi ini menjadi perhatian bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, terutama anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit jantung.
AQI Batam Naik, Kualitas Udara Masih Tidak Sehat
Data pemantauan menunjukkan indeks kualitas udara Batam naik lima poin dalam rentang sekitar 1 jam 40 menit, dari AQI 161 menjadi 166.
Pada pengukuran sebelumnya, konsentrasi PM2.5 tercatat 76 µg/m³. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 85 µg/m³ pada pukul 08.11 WIB.
Sementara itu, konsentrasi partikel PM10 mencapai 142 µg/m³ dan masuk kategori buruk berdasarkan keterangan pemantauan yang disajikan.
Peningkatan angka tersebut menunjukkan bahwa konsentrasi polutan yang terukur bertambah pada waktu pemantauan. Namun, data ini belum cukup untuk memastikan penyebab peningkatan polusi udara di Batam.
PM2.5 Capai 85 µg/m³, Warga Perlu Waspada
Partikel PM2.5 merupakan partikel halus berdiameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.
Paparan partikel ini dapat memicu iritasi, batuk, sesak napas, serta memperburuk kondisi kesehatan pada orang yang rentan. Risiko kesehatan bergantung pada tingkat konsentrasi, durasi paparan, dan kondisi masing-masing individu.
Selain PM2.5, data pemantauan Batam juga mencatat beberapa polutan lain, yakni karbon monoksida (CO) sebesar 1.000 ppb, sulfur dioksida (SO₂) sebesar 1 ppb, nitrogen dioksida (NO₂) sebesar 5 ppb, dan ozon (O₃) sebesar 15 ppb.
Adapun kondisi cuaca saat pengukuran dilaporkan berkisar 29 derajat Celsius, dengan kelembapan 71 persen dan kecepatan angin 8,6 kilometer per jam.
Ini yang Perlu Dilakukan Saat Udara Batam Tidak Sehat
Masyarakat disarankan mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan selama kualitas udara masih berada dalam kategori tidak sehat.
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
* Kurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya olahraga berat atau kegiatan yang membuat napas lebih cepat.
* Gunakan masker respirator N95 atau KN95 yang terpasang dengan baik jika harus beraktivitas di luar.
* Tutup jendela saat udara luar tercemar, dan gunakan penyaring udara dalam ruangan jika tersedia.
* Perhatikan kondisi anak-anak dan lansia, serta orang yang memiliki asma atau penyakit jantung.
* Pantau pembaruan kualitas udara sebelum merencanakan kegiatan di luar rumah.
* Jika mengalami sesak napas, nyeri dada, atau keluhan pernapasan yang memburuk, segera cari pertolongan medis.
Pantau Perkembangan Polusi Udara Batam
Hingga pembaruan pukul 08.11 WIB, AQI Batam tercatat 166 dengan kategori tidak sehat. Konsentrasi PM2.5 mencapai 85 µg/m³, sedangkan PM10 berada pada 142 µg/m³.
Masyarakat diimbau terus memantau perkembangan kualitas udara sepanjang hari. Angka AQI dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer dan sumber emisi, sehingga pemantauan berkala diperlukan untuk membantu menentukan langkah pencegahan.
Belum terdapat informasi dalam data yang diberikan mengenai penyebab utama kondisi udara tersebut maupun konfirmasi resmi dari instansi terkait.
RM














