Batam, Nagoyapos.com – Wali Kota Batam Amsakar Achmad menggelar silaturahmi bersama tokoh masyarakat di Golden Prawn 933, Bengkong, Rabu malam (23/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi forum untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus membahas berbagai isu strategis pembangunan Kota Batam.
Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian warga mengemuka dalam dialog, mulai dari pengembangan sektor pendidikan, kemudahan pembayaran Uang Wajib Tahunan (UWT) BP Batam, hingga penguatan kolaborasi dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.
Amsakar mengatakan, kegiatan silaturahmi seperti ini akan dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sebagai ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat.
“Silaturahmi ini sengaja kita jadwalkan setiap tiga bulan. Tujuannya agar pemerintah dan masyarakat terjalin komunikasi yang sinergis, membetulkan persepsi yang kemarin salah, meluruskan pandangan yang bengkok, dan mendekatkan hubungan yang selama ini terasa jauh,” ujar Amsakar.
Menurutnya, silaturahmi bukan sekadar ajang bertemu, tetapi menjadi sarana membangun energi kolektif dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan Kota Batam.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kebersamaan, meningkatkan semangat gotong royong, serta mengedepankan introspeksi dalam menyikapi berbagai persoalan.
“Jangan terlampau cerdas melihat penyakit orang, tetapi tidak mengarifi kelemahan diri sendiri. Kalau semangat kebersamaan terus terbangun, maka energi kolektif masyarakat akan semakin kuat,” katanya.
Paparkan Capaian Pembangunan Batam
Dalam kesempatan tersebut, Amsakar mengungkapkan bahwa Pemerintah Republik Indonesia memberikan apresiasi terhadap berbagai capaian pembangunan Kota Batam selama sekitar satu tahun lima bulan kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra.
Ia menyebut sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren positif.
Pertumbuhan ekonomi Batam disebut telah melampaui rata-rata nasional. Selain itu, realisasi investasi hingga akhir tahun mencapai Rp69,5 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp60 triliun.
Tak hanya itu, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam berada pada kategori sangat tinggi dan menempati peringkat kelima terbaik di Pulau Sumatera.
“Semua capaian ini tidak mungkin diraih pemerintah sendiri. Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat, terutama para tokoh masyarakat yang terus mendukung setiap kebijakan pemerintah,” ungkapnya.
Pendidikan Jadi Prioritas
Pada sesi dialog, Ketua RW 02 Kelurahan Tanjung Buntung, Adi Khuswoyo, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Batam atas dukungan penyediaan lahan untuk pembangunan SMK Negeri 13 Batam.
Menurutnya, kehadiran sekolah tersebut menjadi harapan masyarakat dalam memperluas akses pendidikan bagi generasi muda di wilayah tersebut.
Selain itu, Adi juga mengusulkan agar pemerintah menghadirkan mekanisme pembayaran UWT BP Batam secara kolektif dengan sistem yang lebih mudah dan terjangkau sehingga dapat meringankan beban masyarakat.
Menanggapi aspirasi tersebut, Amsakar menegaskan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kota Batam.
Ia menjelaskan, hingga saat ini pemerintah telah mengalokasikan dua bidang lahan untuk pembangunan sekolah menengah kejuruan sebagai bentuk komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Insyaallah, kalau soal pendidikan saya berdiri paling depan. Saya memberikan atensi besar terhadap pengembangan sumber daya manusia,” tegasnya.
Layanan Jemput Bola UWT Terus Dikembangkan
Menanggapi usulan terkait pembayaran UWT BP Batam, Amsakar mengatakan pemerintah terus mengembangkan layanan jemput bola agar masyarakat lebih mudah mengurus administrasi pertanahan, termasuk pembayaran UWT.
Dengan pelayanan yang lebih dekat kepada masyarakat, proses administrasi diharapkan menjadi lebih cepat, mudah, efisien, serta mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Batam.
Amsakar berharap komunikasi yang terjalin melalui forum silaturahmi ini dapat terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat demi mewujudkan pembangunan Batam yang semakin maju dan berdaya saing.
Risman














