<
Batam  

Krisis Air Batam, DPRD Dorong Master Plan Kebutuhan hingga 20 Tahun

Anggota Komisi III DPRD Kota Batam Ir. H. Suryanto saat menjadi narasumber Podcast Ruang Bicara, 12 September 2026. Ia mendorong evaluasi menyeluruh dan penyusunan master plan kebutuhan air Batam untuk 10 hingga 20 tahun ke depan.

Batam-(NagoyaPos.Com) – Persoalan ketersediaan air bersih di Batam dinilai tidak bisa lagi diselesaikan hanya dengan pendekatan jangka pendek. DPRD Kota Batam mendorong evaluasi menyeluruh sekaligus penyusunan master plan kebutuhan air untuk 10 hingga 20 tahun ke depan.

Anggota Komisi III DPRD Kota Batam Ir. H. Suryanto mengatakan kebutuhan air harus diproyeksikan berdasarkan pertumbuhan penduduk, investasi, industri hingga urbanisasi yang terus berkembang.

Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Podcast Ruang Bicara, 12 September 2026.

Menurut Suryanto, pertumbuhan investasi harus berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Sebab, investasi pada akhirnya harus memberikan dampak terhadap kesejahteraan warga.

“Investasi itu bukan tujuan akhir. Investasi itu hanya alat bagaimana membuat masyarakat kita sejahtera,” ujar Suryanto.

Ia menyebut sedikitnya ada tiga aspek yang harus menjadi perhatian dalam membenahi sistem air bersih Batam, yakni ketersediaan air baku, kapasitas pengolahan dan distribusi.

Karena itu, ia mendorong pemerintah melakukan evaluasi secara menyeluruh dan menyusun proyeksi kebutuhan air Batam dalam jangka panjang. Perencanaan tersebut dinilai penting agar pertumbuhan kota tidak berjalan lebih cepat dibanding kesiapan infrastruktur dasarnya.

“Yang dibutuhkan mereka bukan janji. Yang dibutuhkan mereka adalah kapan kran kita ini ada airnya,” tegasnya.

Suryanto mengakui pengelolaan air bersih berada dalam kewenangan BP Batam melalui BU SPAM. Meski demikian, DPRD tetap berupaya menyuarakan keluhan masyarakat melalui komunikasi, koordinasi dan pemantauan persoalan di lapangan.

Selain pembenahan sistem yang sudah ada, ia menyebut teknologi desalinasi air laut dapat menjadi salah satu alternatif yang dikaji untuk memenuhi kebutuhan air Batam ke depan.

Menurutnya, berbagai upaya pembenahan jaringan distribusi yang dilakukan pihak terkait harus bermuara pada satu hal, yakni memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan air bersih yang dapat diandalkan.

“Yang harus kita siapkan adalah infrastrukturnya. Infrastruktur dasar harus kita matangkan karena ini berkaitan dengan hajat hidup orang banyak,” katanya.

Ia menegaskan kemajuan Batam tidak cukup hanya dilihat dari besarnya investasi yang masuk. Pertumbuhan ekonomi juga harus diikuti pemenuhan kebutuhan dasar agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat.

“Jadi kita ingin Batam yang semakin mendunia, masyarakatnya juga ikut terangkat,” pungkasnya. (*)

 

 

Reporter : RY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *