Batam, Nagoyapos.com – Kualitas udara di Kota Batam, Kepulauan Riau, pada Rabu (7/10/2026) pagi masih berada dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Kondisi tersebut terlihat dari pengukuran indeks kualitas udara atau AQI⁺ US yang mencapai 108 pada pukul 07.00 WIB.
Data kualitas udara tersebut disediakan oleh model berbasis satelit (satellite-derived model). Polutan utama yang terdeteksi adalah PM2.5, dengan konsentrasi mencapai 38,4 µg/m³.
Angka tersebut menunjukkan kualitas udara Batam masih perlu menjadi perhatian, terutama bagi kelompok yang lebih rentan terhadap paparan polusi udara.
AQI Batam Hari Ini Capai 108
Berdasarkan pengukuran pukul 07.00 WIB, kondisi udara Batam tercatat dengan sejumlah parameter sebagai berikut:
* AQI⁺ US: 108
* Kategori: Tidak sehat bagi kelompok sensitif
* Polutan utama: PM2.5
* PM2.5: 38,4 µg/m³
* Suhu: 30°C
* Kecepatan angin: 15 km/jam
* Kelembapan: 62 persen
Kenaikan nilai AQI dari pengukuran dini hari menunjukkan kualitas udara Batam masih berada pada kondisi yang perlu diperhatikan. Pada pukul 04.00 WIB sebelumnya, AQI tercatat 107 dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 38 µg/m³.
Kelompok Sensitif Diminta Lebih Waspada
Kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif berarti masyarakat yang lebih rentan terhadap polusi udara perlu meningkatkan kewaspadaan ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.
Kelompok tersebut sebaiknya mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara memburuk. Penggunaan masker saat berada di luar ruangan juga dapat menjadi langkah perlindungan tambahan.
Masyarakat juga dapat memantau perkembangan kualitas udara secara berkala sebelum menentukan aktivitas di luar rumah.
PM2.5 Jadi Polutan Utama di Batam
PM2.5 merupakan partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. Konsentrasi partikel ini dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk aktivitas kendaraan, industri, pembakaran, kondisi atmosfer, serta sumber polusi lainnya.
Dengan kondisi AQI Batam masih berada di angka 108 pada pagi hari, warga disarankan tidak mengabaikan perubahan kualitas udara sepanjang hari.
RM













