Batam-(NagoyaPos.Com) – Kondisi udara berasap yang membuat jarak pandang berkurang menjadi salah satu risiko yang perlu diwaspadai pengendara. Dalam kondisi tersebut, kecepatan kendaraan perlu dikurangi dan jarak dengan kendaraan lain diperlebar untuk mengantisipasi situasi yang muncul secara tiba-tiba.
Jika perjalanan tidak mendesak, pengendara disarankan menunda perjalanan hingga kondisi kembali aman. Namun bagi masyarakat yang tetap harus bepergian, kondisi kendaraan dan perlengkapan berkendara perlu dipastikan dalam keadaan baik.
Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM), Daniel Aria Sulistya Nugroho, mengatakan kewaspadaan harus ditingkatkan ketika asap maupun kondisi lingkungan lain membuat jarak pandang terbatas.
“Lakukan persiapan sebelum perjalanan, kurangi kecepatan, jaga jarak aman, perhatikan kondisi jalan, dan segera menepi apabila kondisi sudah tidak memungkinkan untuk berkendara dengan aman,” ujar Daniel.
Menurut dia, pengendara sebaiknya tidak memaksakan perjalanan ketika kondisi sudah membahayakan. Menepi di lokasi yang aman dapat menjadi pilihan ketika jarak pandang semakin buruk.
“Menunda perjalanan tetap menjadi pilihan terbaik jika perjalanan tidak mendesak dan kondisi belum aman. Tetap Cari Aman saat berkendara,” katanya.
Sebelum berangkat, pengendara juga perlu memastikan perlengkapan berkendara digunakan dengan benar. Helm dengan visor tertutup dapat membantu melindungi mata dan wajah dari kondisi udara di sekitar.
Visor harus dalam kondisi bersih agar tidak semakin mengganggu pandangan. Pengendara juga dapat menggunakan masker sebagai perlindungan tambahan sesuai kondisi udara.
Dari sisi kendaraan, pemeriksaan sederhana perlu dilakukan sebelum perjalanan. Mulai dari kondisi ban, rem, lampu utama, lampu belakang, lampu sein, spion hingga kondisi mesin.
Lampu kendaraan juga penting dipastikan berfungsi karena selain membantu pengendara melihat kondisi jalan, keberadaan lampu membuat kendaraan lebih mudah terlihat pengguna jalan lainnya.
Ketika sudah berada di jalan dan jarak pandang mulai berkurang, kecepatan perlu disesuaikan. Jangan mempertahankan kecepatan seperti ketika kondisi normal.
Jarak dengan kendaraan di depan juga perlu diperlebar. Pengendara sebaiknya menghindari pengereman mendadak maupun manuver secara tiba-tiba karena jarak untuk bereaksi menjadi lebih pendek ketika pandangan terbatas.
Jika asap semakin pekat dan jarak pandang sudah sangat terbatas, perjalanan sebaiknya dihentikan sementara. Pengendara dapat mengurangi kecepatan secara bertahap, menyalakan lampu utama dan mencari tempat yang aman untuk berhenti.
Hindari berhenti sembarangan di bahu jalan karena justru dapat meningkatkan risiko tertabrak pengguna jalan lain.
Sebelum perjalanan, pengendara juga disarankan memantau informasi mengenai kualitas udara, cuaca, jarak pandang dan kondisi lalu lintas. Langkah tersebut dapat membantu menentukan apakah perjalanan aman dilakukan atau sebaiknya ditunda.
Setelah berkendara dalam kondisi udara yang buruk dalam waktu cukup lama, kondisi kendaraan juga perlu diperhatikan. Jika muncul gangguan pada pengereman, ban, lampu atau komponen lainnya, kendaraan sebaiknya segera diperiksa sebelum kembali digunakan.
Intinya, ketika asap mulai mengganggu pandangan, keselamatan harus menjadi pertimbangan utama. Pengendara tidak perlu memaksakan perjalanan hanya untuk mengejar waktu jika kondisi jalan sudah tidak memungkinkan untuk dilalui dengan aman. (*)
Reporter : RY














