<
Batam, PLN  

Blackout Batam Jadi Sorotan, Polda Kepri Minta Investigasi Teknis Menyeluruh

Kapolda Kepri Irjen Pol. Suhendri menerima audiensi jajaran PT PLN (Persero) UID Riau dan Kepulauan Riau di Mapolda Kepri, Rabu (14/10). Pertemuan tersebut membahas pengamanan infrastruktur kelistrikan dan perlunya investigasi teknis menyeluruh untuk memastikan penyebab gangguan listrik yang berdampak pada Batam dan wilayah sekitarnya.

Batam-(NagoyaPos.Com) – Penyebab gangguan listrik yang melanda Batam dan berdampak hingga ke wilayah sekitarnya masih menjadi perhatian. Polda Kepri meminta investigasi teknis dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan sumber gangguan sekaligus mengidentifikasi potensi kerentanan sistem kelistrikan.

Hal itu mengemuka dalam pertemuan Kapolda Kepri Irjen Pol. Suhendri dengan jajaran PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Riau dan Kepulauan Riau di Mapolda Kepri, Rabu (14/10).

Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo menekankan pentingnya pemeriksaan menyeluruh agar penyebab gangguan dapat diketahui berdasarkan hasil investigasi, bukan sekadar dugaan.

Menurutnya, keandalan pasokan listrik perlu terus diperkuat karena menyangkut pelayanan kepada masyarakat sekaligus kepercayaan investor terhadap kawasan Kepulauan Riau.

Pertemuan tersebut juga membahas pengamanan infrastruktur kelistrikan dan penguatan koordinasi antara kepolisian dan PLN untuk mengantisipasi gangguan serupa.

Kapolda Kepri menegaskan, PLN merupakan mitra strategis Polri karena listrik menjadi penopang aktivitas masyarakat, kegiatan ekonomi, dan investasi. Polda Kepri siap mendukung pengamanan infrastruktur serta operasional kelistrikan sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

Koordinasi yang lebih kuat juga dinilai penting agar penanganan gangguan dapat berlangsung cepat dan tepat, sekaligus mencegah dampaknya meluas menjadi persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat.

General Manager PT PLN (Persero) UID Riau dan Kepulauan Riau, Sugeng Hidayat, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan mempererat hubungan dan meningkatkan koordinasi dengan Polda Kepri.

Dalam pertemuan itu, Sugeng menjelaskan bahwa kebutuhan listrik di Bintan hampir seluruhnya dipasok melalui sistem kelistrikan Batam. Sementara itu, cadangan daya yang tersedia sekitar 30 megawatt (MW), dari kebutuhan listrik Bintan yang mencapai kurang lebih 100 MW.

Adapun sistem kelistrikan Batam–Bintan secara operasional berada di bawah pengelolaan PLN Batam.

Di sisi lain, Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei menyoroti pentingnya jalur komunikasi khusus antara PLN dan kepolisian, terutama ketika terjadi gangguan pasokan listrik.

Informasi yang cepat, akurat, dan terverifikasi diperlukan agar masyarakat mendapatkan penjelasan yang jelas serta tidak terpengaruh kabar simpang siur maupun hoaks.

Pertemuan ini berlangsung setelah gangguan listrik pada Senin (12/10) menghambat aktivitas masyarakat dan dunia usaha di Batam serta berdampak pada wilayah sekitarnya.

Polda Kepri dan PLN berkomitmen memperkuat koordinasi pengamanan infrastruktur vital dan kesiapsiagaan menghadapi gangguan kelistrikan. Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian atau ingin melaporkan gangguan kamtibmas dapat menghubungi layanan 110 yang tersedia selama 24 jam dan bebas biaya. (*)

 

 

Reporter : RY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *