<
Batam  

1.000 Mangrove Ditanam di Nongsa, Jaga Pesisir Sekaligus Hidupkan Wisata

Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono bersama Kapolda Kepri Irjen Pol Suhendri dan jajaran menanam bibit mangrove di Kampung Wisata Mangrove Pandang Tak Jemu, Nongsa, Batam, Jumat (16/10/2026). Sebanyak 1.000 bibit ditanam untuk mendukung pelestarian pesisir sekaligus menjaga potensi ekowisata masyarakat setempat.

Batam-(NagoyaPos.Com) – Upaya menjaga kawasan pesisir sekaligus mengembangkan wisata berbasis lingkungan dilakukan di Kampung Wisata Mangrove Pandang Tak Jemu, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Batam. Sebanyak 1.000 bibit mangrove ditanam bersama jajaran Polda Kepri, Polresta Barelang, pengelola wisata, dan masyarakat setempat, Jumat (16/10/2026).

Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono turut turun langsung dalam kegiatan tersebut bersama Kapolda Kepri Irjen Pol Suhendri dan Wakapolda Kepri Brigjen Pol Anom Wibowo.

Penanaman mangrove ini tidak hanya ditujukan untuk menjaga ekosistem pesisir, tetapi juga mendukung keberlanjutan kawasan wisata yang menjadi salah satu potensi ekonomi masyarakat Nongsa.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Batam, Geri, mengatakan kelompok sadar wisata di kawasan Pandang Tak Jemu telah terbentuk sejak awal 2014. Sejak itu, masyarakat berupaya menjaga kelestarian pantai dan lingkungan sekitar.

Ia menyebut kawasan tersebut pernah meraih juara III dalam ajang desa wisata tingkat nasional. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam penanaman mangrove menjadi dukungan penting agar kawasan tersebut tetap terjaga.

Sementara itu, Kapolda Kepri Irjen Pol Suhendri berharap kegiatan penghijauan pesisir dapat dilakukan secara berkelanjutan. Ia juga meminta pengelola terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar potensi wisata Pandang Tak Jemu dapat dikembangkan tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

Mangrove memiliki peran penting dalam menahan abrasi, meredam gelombang, serta menjadi habitat bagi berbagai biota pesisir. Vegetasi ini juga membantu menyerap dan menyimpan karbon sehingga keberadaannya penting bagi keseimbangan ekosistem.

Di sisi lain, kawasan mangrove yang terawat dapat menjadi daya tarik ekowisata. Pengunjung bisa menikmati jalur trekking di antara pepohonan bakau sekaligus mengenal lingkungan pesisir lebih dekat.

Potensi tersebut turut membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat untuk memperoleh manfaat dari kunjungan wisatawan.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.30 WIB itu diawali dengan penyambutan melalui kesenian kompang dan pencak silat, dilanjutkan peninjauan kawasan wisata serta UMKM. Setelah penanaman, rombongan menyusuri jembatan mangrove sebelum kegiatan berakhir sekitar pukul 08.50 WIB.

Melalui kegiatan ini, pelestarian mangrove diharapkan tidak berhenti pada penanaman bibit, tetapi dilanjutkan dengan perawatan dan pengawasan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Dengan demikian, manfaatnya bagi lingkungan pesisir dan perekonomian warga dapat dirasakan dalam jangka panjang. (*)

 

 

Reporter: RY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *