Nagoyapos,– Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan para musisi dan komunitas kreatif di Kota Batam. Melalui kegiatan bertajuk “Thrift for Hope”, Solidaritas Pekerja Musik Indonesia (SPMI) Kepri bersama sejumlah komunitas musik menggelar bazar amal pakaian thrift untuk membantu korban bencana di Sumatra dan Aceh.
Kegiatan ini akan berlangsung pada Minggu, 28 Desember 2025, mulai pukul 10.00 WIB hingga malam, bertempat di Geudong Kopi, Tiban Indah, Sekupang.
Ketua SPMI Kepri, Sinta Kinanti, mengatakan pakaian yang dibazarkan merupakan baju-baju thrift hasil donasi masyarakat serta para musisi Batam. Seluruh hasil penjualan dan donasi akan disalurkan sepenuhnya untuk korban bencana, Saat di wawancara Media (27/12/2025)
“Semua barang itu bentuknya donasi. Bahkan ada juga beberapa barang yang akan dilelang. Kita putuskan untuk diuangkan saja supaya penyalurannya bisa lebih cepat, karena kendala armada pengiriman,” ujar Sinta.
Dalam kegiatan ini, SPMI Kepri berkolaborasi dengan sejumlah komunitas musik di Batam, di antaranya Batam Jazz Society, komunitas Salami, serta beberapa komunitas musik lainnya. Kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan bazar amal, tetapi juga pertunjukan musik dari para musisi lokal.
Selain bazar thrift, acara akan dimeriahkan dengan jamming session dari musisi Batam yang dibagi dalam tiga sesi.
Sesi pertama berlangsung pukul 12.30–14.30 WIB, dilanjutkan sesi kedua pukul 15.30–17.30 WIB, dan sesi ketiga digelar setelah Isya, mulai pukul 19.30 WIB hingga acara selesai.
“Closing-nya nanti sekitar jam 9 atau jam 10 malam, sekaligus kita umumkan total hasil donasi yang terkumpul, sebelum disalurkan ke korban bencana di Sumatra dan Aceh,” jelasnya.
Sinta menambahkan, target utama kegiatan ini adalah warga sekitar dan masyarakat umum, sementara para penampil berasal dari komunitas musik. Tak menutup kemungkinan, acara ini juga akan dihadiri sejumlah tokoh dan tamu undangan.
SPMI Kepri sendiri merupakan organisasi yang berdiri sejak tahun 2020, tepat saat masa PPKM Covid-19. Saat itu, para musisi mengalami masa sulit karena tidak ada aktivitas manggung dan penghasilan.
“Waktu PPKM, musisi benar-benar mati, tidak ada pekerjaan sama sekali karena semua outlet tutup. Dari situlah solidaritas ini lahir,” ungkap Sinta.
Saat ini, Sinta Kinanti menjabat sebagai Ketua SPMI Kepri untuk periode 2025–2029, menggantikan ketua sebelumnya, Bang Dodo. Selain kegiatan amal, SPMI Kepri juga aktif menggelar coaching clinic dan program pembinaan khusus untuk musisi.
Melalui Thrift for Hope, SPMI Kepri berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga mempererat solidaritas antar-musisi dan masyarakat Batam dalam membantu sesama yang terdampak bencana.(**)
Reporter : Herry



















