Nagoyapos,-– Kawasan Batam Centre yang selama ini dikenal sebagai pintu gerbang utama Kota Batam justru menampilkan pemandangan memprihatinkan. Trotoar di depan Mega Mall Batam Centre, yang berhadapan langsung dengan Pelabuhan Internasional Batam Centre, berubah fungsi menjadi area parkir sepeda motor.
Pantauan di lokasi menunjukkan puluhan sepeda motor berjajar rapi di atas trotoar hingga menutup total jalur pejalan kaki. Akibatnya, masyarakat terpaksa berjalan di sela-sela kendaraan atau turun ke badan jalan yang padat lalu lintas, kondisi yang jelas membahayakan keselamatan.
Ironisnya, pelanggaran tersebut terjadi di kawasan strategis yang menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus jalur utama keluar-masuk wisatawan mancanegara. Trotoar yang seharusnya menjadi ruang aman bagi pejalan kaki, termasuk lansia dan penyandang disabilitas, justru kehilangan fungsi utamanya.
Fasilitas guiding block bagi penyandang tunanetra pun tertutup parkir liar, menjadikan sarana publik tersebut hanya sekadar formalitas tanpa manfaat nyata.
Kondisi ini menuai keluhan warga. Mereka menilai keberadaan parkir liar di kawasan tersebut sangat memalukan karena menjadi pemandangan pertama yang dilihat wisatawan asing saat tiba di Batam.
“Ini wajah Batam. Begitu keluar dari pelabuhan, yang terlihat justru motor parkir di trotoar. Sangat memalukan dan mencerminkan ketidakteraturan kota,” ujar adit salah seorang warga, dengan nada kesal.(02/01/2026) di Batam Center
Sorotan tajam pun diarahkan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam yang dinilai abai dan terkesan membiarkan pelanggaran berlangsung berlarut-larut. Padahal, larangan parkir di trotoar sudah jelas dan pelanggaran tersebut terjadi setiap hari di lokasi yang mudah diawasi.
“Kalau setiap hari seperti ini tapi tidak pernah ditertibkan, wajar kalau masyarakat menilai Dishub tutup mata. Ini kawasan strategis, bukan gang kecil,” kata warga lainnya.
Pembiaran parkir liar ini dinilai tidak hanya mengganggu kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki, tetapi juga mencoreng citra Batam sebagai kota tujuan wisata dan investasi. Publik pun mempertanyakan komitmen pemerintah daerah dalam menata kawasan strategis yang menjadi etalase kota.
Masyarakat mendesak Dishub Kota Batam segera melakukan penertiban tegas dan konsisten, bukan sekadar imbauan. Jika kondisi ini terus dibiarkan, publik menilai pemerintah gagal menjaga wajah Kota Batam di gerbang masuk utamanya.(**)
Reporter : Herry
Editor : Fajri Hm



















