Kisah Haru Ipda Zulhamsyah Putra, Anak Pedagang Tunanetra Kini Resmi Jadi Perwira Polri Kebanggaan Kepri

Kisah Haru IPDA Zulhamsyah Putra, Anak Pedagang Tunanetra Kini Resmi Jadi Perwira Polri Kebanggaan Kepri
Inisiator Razia Perut Lapar, Zulhamsyah resmi menyandang pangkat perwira, IPDA (ist)

Sukabumi, Nagoyapos.com – Polda Kepulauan Riau kembali melahirkan sosok perwira muda inspiratif. Ipda Zulhamsyah Putra, S.H., CPM resmi dilantik sebagai Perwira Polri lulusan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan ke-55 Resimen Desaka Dhira Pradhipa di Lapangan Soetadi Ronodipuro, Setukpa Lemdiklat Polri, Kota Sukabumi, Kamis (4/6/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momen penuh haru bagi masyarakat Kepulauan Riau, khususnya Kota Tanjungpinang. Sosok yang akrab dijuluki “Zulham Polisi Berhati Mulia” itu selama ini dikenal luas karena kepeduliannya terhadap masyarakat kecil melalui berbagai aksi kemanusiaan.

Tak sedikit warga menyebut Zulhamsyah sebagai polisi humanis yang hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga pengayom bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Menjadi anggota Polri bukan hanya tentang penegakan hukum, tetapi bagaimana kita bisa hadir memberikan manfaat dan meringankan kesulitan masyarakat,” ujar Zulhamsyah usai pelantikan.

Dari Bripka ke Perwira Polri, Sosok di Balik “Razia Perut Lapar”

Sebelum resmi menyandang pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda), Zulhamsyah dikenal aktif menjalankan aksi sosial bertajuk “Razia Perut Lapar”.

Program tersebut dilakukan dengan turun langsung ke kampung-kampung terpencil, kawasan pesisir nelayan, pemukiman warga kurang mampu hingga jalanan kota untuk membagikan makanan, sembako, dan bantuan sosial.

Aksi kemanusiaan itu dilakukan hampir setiap hari dengan melibatkan relawan serta dukungan masyarakat.

Karena ketulusannya membantu tanpa memandang status sosial, masyarakat kemudian memberikan julukan “Polisi Berhati Mulia” kepada Zulhamsyah.

Bagi warga kecil di Tanjungpinang, kehadirannya bukan sekadar aparat keamanan, tetapi sosok yang dekat dan selalu hadir di tengah kesulitan masyarakat.

Kisah Haru Anak Pedagang Tunanetra

Di balik keberhasilannya menempuh pendidikan perwira Polri, tersimpan kisah hidup yang menggetarkan hati.

Ipda Zulhamsyah diketahui dibesarkan seorang diri oleh almarhumah ibundanya yang merupakan penyandang tunanetra. Dalam keterbatasan ekonomi, sang ibu tetap berjuang membesarkan anaknya dengan berdagang di emperan kaki lima.

Meski hidup sederhana, ibundanya tidak pernah berhenti mengajarkan nilai kejujuran, kepedulian, dan keikhlasan.

Nilai-nilai itulah yang membentuk karakter Zulhamsyah hingga dikenal sebagai polisi humanis yang dekat dengan masyarakat kecil.

“Almarhumah ibu saya memang tidak bisa melihat indahnya dunia, tetapi beliau selalu menjadi cahaya dalam hidup saya. Semua yang saya lakukan hari ini adalah bentuk bakti dan doa untuk beliau,” ungkap Zulhamsyah dengan mata berkaca-kaca.

Baginya, program “Razia Perut Lapar” bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi bentuk penghormatan seorang anak terhadap perjuangan ibunya.

“Membantu masyarakat yang lapar dan kesulitan adalah cara sederhana meneruskan nilai-nilai kebaikan yang diajarkan ibu,” ujarnya.

Harapan Baru untuk Polri yang Humanis

Pelantikan Ipda Zulhamsyah Putra menjadi simbol hadirnya wajah Polri yang humanis dan semakin dekat dengan masyarakat.

Ia berharap institusi Polri terus membangun kepercayaan publik melalui pendekatan yang tidak hanya tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga penuh empati terhadap kondisi sosial masyarakat.

“Semoga langkah kecil yang saya lakukan bisa menginspirasi banyak orang dan memperkuat hubungan antara Polri dengan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Warga Tanjungpinang Ikut Bangga

Keberhasilan Zulhamsyah menyandang pangkat perwira Polri turut disambut haru masyarakat Tanjungpinang.

Mulai dari nelayan, tukang ojek, pedagang kaki lima hingga buruh harian mengaku bangga atas pencapaian sosok polisi yang selama ini dikenal dekat dengan rakyat kecil.

Banyak warga berharap IPDA Zulhamsyah tetap berdinas di Kota Tanjungpinang agar program sosial “Razia Perut Lapar” dapat terus berjalan.

“Beliau sering membantu masyarakat tanpa melihat siapa orangnya. Kami berharap beliau tetap berdinas di Tanjungpinang,” ujar Rahman, salah seorang warga.

Ucapan Terima Kasih untuk Kapolda Kepri

Dalam kesempatan itu, Ipda Zulhamsyah juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin atas dukungan yang diberikan selama perjalanan kariernya di institusi Polri.

Sebelum mengikuti pendidikan SIP, Zulhamsyah diketahui mendapat kesempatan menjalankan ibadah umrah dari Kapolda Kepri.

“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolda Kepri atas perhatian dan kebaikan beliau. Saya diberikan kesempatan umrah dan mengikuti pendidikan SIP Angkatan 55 Tahun 2026,” ungkapnya.

Kini, sosok “Polisi Berhati Mulia” itu resmi menyandang pangkat perwira, membawa harapan baru akan hadirnya Polri yang semakin humanis, dekat, dan dicintai masyarakat.

Editor: Risman

Exit mobile version