Kasus Dugaan Penolakan Pasien Anak di Klinik Kimia Farma Sekupang Berakhir Damai

Keterangan Photo : Kuasa Hukum Deo Situmeang dan Martin Situmeang,Orang Tua Es dan Kepala Cabang Kimia Farma Heru,

Batam-(NagoyaPos.Com)- Kasus dugaan penolakan pasien anak di Klinik Kimia Farma Sekupang, Batam, yang sempat menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial, berakhir dengan penyelesaian damai. PT Kimia Farma Diagnostika dan keluarga pasien berinisial HS sepakat menyelesaikan persoalan tersebut melalui jalur musyawarah dan kekeluargaan.

Kesepakatan dicapai setelah kedua belah pihak melakukan serangkaian komunikasi dan klarifikasi terkait peristiwa yang dialami ananda ES, 4 tahun, pada 23 Mei 2026.

Kuasa hukum keluarga pasien, Deo Situmeang, mengatakan keluarga mengapresiasi langkah Kimia Farma Diagnostika yang dinilai responsif dalam menangani persoalan tersebut. Menurut dia, sejak kasus itu mencuat ke publik, manajemen perusahaan membuka ruang komunikasi dan memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan pasien.

“Kami bersyukur karena pada akhirnya para pihak dapat menyelesaikan persoalan ini secara damai dan kekeluargaan,” kata Deo dalam konferensi pers pada Minggu, (07/06/2026)

Deo menilai penyelesaian melalui dialog menjadi langkah terbaik bagi kedua belah pihak. Ia mengatakan fokus utama keluarga saat ini adalah proses pemulihan kesehatan anak mereka.

Kuasa hukum keluarga lainnya, Martin Situmeang, mengatakan sejumlah informasi yang beredar di ruang publik perlu dilihat secara utuh agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru. Menurut dia, hubungan antara keluarga pasien dan pihak Kimia Farma kini berjalan baik.

Martin menyebut perusahaan juga telah menyatakan komitmennya untuk mendukung keberlanjutan pengobatan ES melalui fasilitas layanan kesehatan yang diperlukan.

Sementara itu, Kepala Cabang Kimia Farma Sumatera 5, Heru, menyampaikan terima kasih kepada keluarga pasien yang bersedia menyelesaikan persoalan tersebut melalui pendekatan kekeluargaan.

Menurut Heru, perusahaan telah menyelesaikan investigasi internal untuk menelusuri rangkaian peristiwa yang terjadi di Klinik Kimia Farma Sekupang. Hasil evaluasi tersebut ditindaklanjuti dengan sejumlah langkah pembenahan di internal perusahaan.

Sebagai bagian dari tindak lanjut investigasi, Kimia Farma memutuskan menghentikan kemitraan dengan dokter yang bertugas saat kejadian.

“Untuk dokter yang berpraktik saat kejadian, saat ini yang bersangkutan sudah tidak bermitra lagi dengan Kimia Farma Diagnostika,” ujar Heru.

Ia mengatakan keputusan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan menjaga kualitas layanan dan mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan yang dikelolanya.

Selain melakukan evaluasi terhadap aspek pelayanan medis, Kimia Farma juga berkomitmen memperkuat tata kelola internal dan penerapan standar keselamatan pasien di seluruh jaringan kliniknya.

Heru memastikan Klinik Kimia Farma Sekupang saat ini telah kembali beroperasi normal dan tetap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Kami akan terus melakukan perbaikan dan penguatan pelayanan agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” katanya.

Di akhir pertemuan, keluarga pasien menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang selama ini memberikan perhatian terhadap kasus tersebut. Mereka juga mengapresiasi komitmen Kimia Farma dalam mendampingi proses pemulihan kesehatan anak mereka.

Melalui pernyataan yang disampaikan, orang tua pasien berinisial HS menegaskan persoalan yang sempat menjadi perhatian publik itu telah diselesaikan secara damai dan dalam semangat kekeluargaan. Keluarga berharap peristiwa tersebut menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Dengan tercapainya kesepakatan itu, kedua belah pihak sepakat mengakhiri polemik yang berkembang di ruang publik dan berharap masyarakat tetap menaruh kepercayaan terhadap layanan kesehatan yang mengedepankan keselamatan pasien.tutupnya,(**)

 

Reporter : RY

Exit mobile version