Bintan, Nagoyapos – Aksi cepat Tim SAR Gabungan berhasil menyelamatkan seorang nelayan asal Bintan Utara, Septua Gesman Daeli (51), yang sempat hilang kontak setelah kapal yang ditumpanginya mengalami mati mesin di perairan Bintan Utara, Selasa (7/7/2026).
Korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat setelah operasi pencarian yang melibatkan Basarnas Tanjungpinang, KPLP Tanjung Uban, Polairud Polres Bintan, dan Pos Angkatan Laut (Posal) Tanjung Uban.
Peristiwa bermula saat Septua berangkat melaut untuk memancing pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Saat berada di tengah laut, mesin kapal yang digunakannya tiba-tiba mati total sehingga kapal terombang-ambing dihantam gelombang.
Dalam kondisi darurat, korban sempat menghubungi istrinya pada Selasa sekitar pukul 11.15 WIB. Ia berhasil mengirimkan informasi mengenai titik koordinat terakhir keberadaannya sebelum komunikasi terputus.
Laporan tersebut kemudian diteruskan oleh Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Tanjung Uban kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang yang langsung mengaktifkan operasi pencarian.
Tim SAR Gabungan bergerak cepat pada pukul 13.05 WIB menggunakan RIB 04 Unit Siaga SAR Tanjung Uban menuju lokasi yang diduga menjadi posisi korban.
Libatkan Tiga Unsur
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Eryk Subariyanto, mengatakan operasi pencarian melibatkan tiga unsur utama di laut.
“Ada tiga unsur SAR yang kami kerahkan ke lokasi, yakni RIB 04 Unit Siaga SAR Tanjung Uban, KN 547 KPLP Tanjung Uban, serta speedboat Pos AL Mentigi,” ujarnya.
Berkat koordinasi yang baik dan akurasi informasi titik koordinat, pencarian berlangsung cepat. Kurang dari satu jam setelah tim bergerak menuju lokasi, korban berhasil ditemukan.
“Pada pukul 14.00 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi selamat,” kata Eryk.
Korban kemudian dievakuasi menuju Dermaga Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Uban sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Suasana haru menyelimuti proses evakuasi ketika keluarga akhirnya dapat kembali bertemu dengan Septua yang selamat setelah sempat terombang-ambing di tengah laut.
Setelah memastikan proses evakuasi berjalan aman, seluruh unsur SAR melaksanakan debriefing untuk mengevaluasi jalannya operasi. Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai dan ditutup.
Risman














