Batam-(NagoyaPos.Com) – Badan Pengusahaan (BP) Batam menegaskan dukungannya terhadap penguatan pendidikan vokasi melalui penyediaan lahan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMKN 13 Batam di kawasan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala BP Batam yang juga Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan sekolah, Senin (13/7).
Amsakar mengatakan, penyediaan lahan untuk SMKN 13 merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun sumber daya manusia (SDM) yang siap menghadapi kebutuhan industri Batam yang terus berkembang.
“Ini merupakan ikhtiar penting bagi kemajuan Batam dan Kepulauan Riau. Pendidikan adalah jalan transformasi menuju kehidupan yang lebih baik,” ujar Amsakar.
Menurutnya, peningkatan daya saing daerah tidak hanya bergantung pada investasi, tetapi juga pada kualitas pendidikan yang mampu menghasilkan tenaga kerja kompeten. Karena itu, pembangunan sektor pendidikan menjadi prioritas bersama antara BP Batam, Pemerintah Kota Batam, dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
Selain mendukung pembangunan sekolah, pemerintah juga menjalankan berbagai program peningkatan kualitas SDM, seperti pemberian seragam sekolah gratis, beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, beasiswa bagi pelajar di wilayah hinterland, hingga kerja sama dengan tujuh perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
Amsakar optimistis kehadiran SMKN 13 akan memperkuat ekosistem pendidikan vokasi di Batam sehingga mampu mencetak lulusan yang adaptif dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyatakan pendidikan merupakan fondasi utama dalam menciptakan bangsa yang maju dan berdaya saing. Menurutnya, Batam sebagai kawasan industri membutuhkan semakin banyak tenaga kerja terampil yang dihasilkan melalui pendidikan vokasi.
Ia juga mengapresiasi dukungan BP Batam yang dinilai responsif dalam mempercepat penyediaan lahan bagi pembangunan fasilitas pendidikan.
SMKN 13 Batam direncanakan membuka enam rombongan belajar dengan kapasitas awal sekitar 350 siswa. Sekolah tersebut akan memiliki sejumlah program keahlian yang selaras dengan kebutuhan industri, antara lain Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Elektronika Industri, serta Teknik Pengelasan. (*)
Reporter : RY














