Batam, Nagoyapos.com – Ribuan jemaah memadati Lapangan Bola Usman Harun, Tanjung Piayu, Kecamatan Sungai Beduk, Kota Batam, Senin malam, 24 Agustus 2026. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang menghadirkan penceramah kondang Ustaz Wijayanto itu berlangsung khidmat, hangat, dan penuh kebersamaan.
Di tengah ribuan warga yang hadir, Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi pengingat untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran Ustaz Wijayanto menjadi salah satu daya tarik utama dalam peringatan Maulid Nabi tersebut. Tausiah yang disampaikan dengan gaya ringan, komunikatif, dan sesekali diselingi humor membuat jemaah menyimak pesan keagamaan dengan penuh antusias.
Amsakar: Rasulullah Harus Jadi Referensi dalam Kehidupan
Amsakar mengaku bersyukur karena masyarakat Batam dapat mengikuti tausiah yang disampaikan langsung oleh Ustaz Wijayanto.
Menurutnya, selama ini Ustaz Wijayanto dikenal sebagai penceramah yang mampu menyampaikan pesan keagamaan dengan cara yang mudah dipahami dan menyejukkan masyarakat.
“Tentu saja seluruh warga Batam merasa sangat bersukacita karena malam hari ini yang memberikan tausiah kita Ustaz yang sangat kondang, Ustaz yang dalam saya dengar selalu memberikan pencerahan, selalu menyejukkan dengan ilmu pengetahuan yang luar biasa,” ujar Amsakar.
Namun, di balik kemeriahan acara tersebut, Amsakar menegaskan ada pesan penting yang harus dibawa pulang oleh setiap jemaah.
Peringatan Maulid Nabi, kata dia, harus menjadi momentum untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam membentuk sikap dan perilaku sehari-hari.
“Dari peringatan Maulidur Rasul ini adalah bagaimana kita meneladani, kita menjadikan Rasul itu sebagai referensi kita dalam mengembangkan pola sikap, pola tanduk kita sehari-hari,” katanya.
Maulid Nabi Bukan Sekadar Seremonial
Amsakar menilai Rasulullah SAW merupakan sosok agung yang memiliki keteladanan dalam berbagai aspek kehidupan.
Nilai kejujuran, kepemimpinan, kepedulian, kesabaran, dan semangat persatuan menjadi bagian dari ajaran yang relevan untuk terus diterapkan dalam kehidupan masyarakat.
“Maka kita menangkap bahwa sosok Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ini pribadi yang agung,” ucap Amsakar.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut tidak hanya penting dalam kehidupan pribadi, tetapi juga dalam membangun hubungan sosial dan menjalankan amanah kepemimpinan.
Ia berharap semangat Maulid Nabi dapat memperkuat keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman Kota Batam.
Ribuan Jemaah Antusias Dengarkan Tausiah Ustaz Wijayanto
Kehadiran Ustaz Wijayanto membuat suasana Lapangan Bola Usman Harun semakin semarak.
Ribuan jemaah terlihat mengikuti rangkaian acara dengan khusyuk. Ketika menyampaikan tausiah, Ustaz Wijayanto menggunakan gaya khas yang santai dan komunikatif.
Sesekali, suasana serius berubah menjadi hangat ketika pesan keagamaan disampaikan dengan sentuhan humor yang mengundang tawa jemaah.
Meski demikian, substansi tausiah tetap menjadi perhatian utama. Pesan-pesan tentang kehidupan, akhlak, dan keteladanan Rasulullah SAW disampaikan dengan bahasa yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Respons jemaah pun terlihat antusias sepanjang kegiatan berlangsung.
Ajak Warga Batam Perkuat Persatuan
Dalam kesempatan tersebut, Amsakar juga mengajak masyarakat menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan.
Menurutnya, nilai-nilai yang diwariskan Rasulullah SAW harus menjadi pedoman dalam menjaga kehidupan sosial yang harmonis.
“Mari kita jadikan momentum Maulid Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ini sebagai ajang untuk mempersatukan kita semua,” tutur Amsakar.
Peringatan Maulid Nabi di Tanjung Piayu malam itu akhirnya bukan hanya menjadi acara untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW.
Lebih dari itu, ribuan warga Batam yang hadir diajak membawa pulang pesan penting: meneladani akhlak Rasulullah, mempererat silaturahmi, serta menjaga persatuan dan kebersamaan.
Dengan kehadiran Ustaz Wijayanto dan antusiasme ribuan jemaah, peringatan Maulid Nabi di Tanjung Piayu menjadi salah satu momentum yang menghangatkan kebersamaan masyarakat Batam. (R)














