<
Batam  

Datangi Rumah Duka Korban Setokok, Junaidi Serahkan Santunan dan Perjuangkan Pendidikan Anak

Junaidi Eddy saat menyambangi rumah duka almarhum Edi Palue. Selain menyampaikan belasungkawa, ia menyerahkan bantuan dan berupaya memperjuangkan dukungan pendidikan bagi anak-anak almarhum.

Batam-(NagoyaPos.Com) – Suasana duka masih terasa di rumah keluarga almarhum Edi Palue. Di tengah kehilangan itu, kedatangan Ketua DPD GRIB JAYA Provinsi Kepulauan Riau, Junaidi Eddy, bukan sekadar untuk menyampaikan belasungkawa.

Junaidi datang membawa bantuan sekaligus mendengar langsung harapan keluarga korban setelah bentrokan antarkelompok yang terjadi di kawasan Setokok, Jembatan III Barelang, Kecamatan Bulang, Batam, Senin (14/9).

Keluarga almarhum menyampaikan permohonan agar ada pihak yang membantu memperjuangkan tanggung jawab yang layak bagi mereka. Permintaan itu kemudian mendapat perhatian Junaidi.

“Saya tidak ingin hanya datang menyampaikan belasungkawa. Kami juga harus hadir memberikan bantuan nyata kepada keluarga yang sedang berduka,” kata Junaidi.

Ia menyerahkan bantuan dana santunan dan sembako kepada keluarga almarhum. Tidak hanya itu, Junaidi juga berupaya mengusahakan bantuan pendidikan bagi anak-anak almarhum, termasuk biaya sekolah hingga kuliah.

Ia berharap kepergian sang ayah tidak membuat masa depan anak-anak almarhum ikut terputus.

“Harapan kami, anak-anak almarhum tetap bisa melanjutkan pendidikan dan masa depannya tidak terputus hanya karena kehilangan ayah. Ini bentuk kepedulian kami kepada keluarga korban,” ujarnya.

Menurut Junaidi, perhatian terhadap korban dan keluarga korban harus menjadi bagian dari penyelesaian persoalan Setokok. Penanganan perkara, kata dia, tidak semestinya hanya berhenti pada proses hukum.

Ada korban yang terluka dan masih membutuhkan perawatan. Ada pula keluarga yang kehilangan anggota keluarganya. Kondisi tersebut, menurut dia, membutuhkan perhatian dan tanggung jawab bersama.

Karena itu, Junaidi meminta PT MIG Perkasa Industri, yang disebutnya sebagai pihak penyelenggara dan space maker, ikut mengambil tanggung jawab terhadap para korban.

Tanggung jawab tersebut, lanjut dia, antara lain memastikan biaya perawatan dan pengobatan bagi korban yang terluka serta memberikan tanggung jawab yang layak kepada keluarga korban meninggal dunia.

“Ini penting, baik dari sisi moral maupun materil. Jangan sampai keluarga korban merasa ditinggalkan setelah peristiwa yang menimbulkan korban jiwa,” tegasnya.

Di sisi lain, Junaidi meminta masyarakat tidak memperluas persoalan Setokok dengan membawa isu suku, agama, ras.

Menurut dia, persoalan tersebut merupakan konflik antarkelompok yang berkaitan dengan lahan dan harus diselesaikan melalui jalur hukum.

“Ini bukan persoalan SARA dan bukan persoalan kesukuan. Ini persoalan konflik antarkelompok yang berkaitan dengan lahan,” katanya.

Junaidi menyatakan mendukung langkah Polda Kepri dan Polresta Barelang dalam mengusut perkara tersebut. Ia meminta siapa pun yang terbukti terlibat diproses secara adil, profesional dan sesuai ketentuan hukum.

“Kami mendukung sepenuhnya penegakan hukum yang dilakukan Polda Kepri dan Polresta Barelang. Siapa pun yang terlibat harus diproses secara adil, profesional dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Bentrokan di kawasan Setokok sebelumnya menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Aparat menyebut perkara tersebut berkaitan dengan konflik lahan yang telah berlangsung cukup lama. Sejumlah orang juga telah diamankan dan proses hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat masih berjalan.

Dalam perkembangan penanganan perkara, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menyatakan penyelidikan masih dilakukan untuk mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Masyarakat juga diminta mempercayakan penyelesaian perkara kepada kepolisian dan tidak menyelesaikan sengketa lahan dengan cara kekerasan.

Junaidi kembali mengingatkan kedua belah pihak agar menahan diri. Ia meminta masyarakat tidak mudah terpancing provokasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Jangan sampai persoalan ini berhenti hanya pada proses hukum. Ada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, ada korban yang harus menjalani perawatan dan ada anak-anak yang membutuhkan kepastian masa depan. Semua itu harus menjadi perhatian bersama,” pungkasnya.

Ia berharap proses hukum berjalan transparan dan memberikan kepastian bagi seluruh pihak. Bersamaan dengan itu, tanggung jawab terhadap korban dan keluarga korban juga diharapkan segera mendapat perhatian.

Junaidi mengajak seluruh elemen masyarakat Batam dan Kepulauan Riau menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah. Persoalan Setokok, menurut dia, harus diselesaikan melalui jalur hukum dan tidak boleh kembali menimbulkan korban. (*)

Editor: WA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *