<
Batam  

Era Digital Jadi Tantangan Pendidikan, Andalusia Batam Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi

Seminar Internasional di Sekolah Islam Andalusia Batam berlangsung interaktif. Wali murid tak sekadar hadir, tetapi aktif berdiskusi dengan akademisi Malaysia mengenai parenting, pendidikan anak, hingga tantangan era digital. Foto. Haris Armanda/ Jaringan Media.

Batam-(NagoyaPos.Com) – Suasana meriah mewarnai Aula Sekolah Islam Andalusia Batam, Selasa (22/9/2026). Bukan hanya siswa dan guru yang antusias mengikuti Seminar Internasional, para wali murid juga aktif memanfaatkan sesi tanya jawab untuk berdiskusi langsung dengan akademisi dari Malaysia. Topik yang mengemuka mulai dari parenting, pola pendidikan anak, hingga tantangan mendampingi anak di tengah derasnya arus informasi digital.

Pertanyaan demi pertanyaan disampaikan wali murid kepada Prof. Madya Dr. Ahmad bin Che Yaacob dari Universitas Teknologi Malaysia. Diskusi berlangsung hangat, terutama ketika membahas pentingnya kesinambungan pendidikan yang diberikan keluarga dengan pendidikan di sekolah.

“Saya merasa teredukasi dengan pemaparan yang disampaikan Prof. Madya Dr. Ahmad bin Che Yaacob terkait pendidikan anak yang harus nyambung dengan pendidikan sekolah. Kami sangat mendukung untuk perkembangan sekolah ini, apalagi untuk anak kami,” ujar Essy, salah seorang wali murid.

Menurut Essy, kegiatan tersebut memberikan pemahaman baru bagi orangtua mengenai peran keluarga dalam mendukung proses pendidikan anak. Ia menilai komunikasi antara orangtua dan sekolah penting agar pola pendidikan yang diterima anak tidak berjalan sendiri-sendiri.

Prof. Madya Dr. Ahmad bin Che Yaacob tenaga pendidik Universitas Teknologi Malaysia dalam pemaparannya turut menekankan pentingnya membangun sistem pendidikan yang kuat. Menurutnya, kompetensi guru perlu didukung sistem pendidikan yang baik agar hasil pembelajaran dapat berjalan maksimal.

“Kami bertukar ide dan gagasan terkait sistem pendidikan. Mengapa saya lebih ke sistem pendidikan Islam, karena terkadang guru-guru sudah kompeten, kalau sistemnya belum bagus maka belum maksimal hasilnya,” ujarnya.

Ia juga memberikan wawasan kepada siswa Sekolah Islam Andalusia Batam. Materi yang disampaikan kemudian berkembang pada pembahasan pendidikan Islam, pola pendampingan anak, serta tantangan pendidikan di tengah perkembangan teknologi dan informasi.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional dan Seminar Internasional yang dirangkai dengan Forum Group Discussion (FGD), launching Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, serta penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

MoU dilakukan antara Sekolah Islam Andalusia Batam dengan Universitas Riau Kepulauan (Unrika) dan mitra perguruan tinggi dari Malaysia. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dasar dan menengah dengan perguruan tinggi, khususnya dalam peningkatan kompetensi tenaga pendidik.

Ketua Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Universitas Riau Kepulauan, Associate Prof. Dr. Albert Efendi Pohan, S.Pd., M.Pd., mengatakan kerja sama tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidik di Kota Batam.

“Kami berharap kerja sama MoU ini bisa memberikan dampak positif dalam peningkatan sumber daya guru dan pendidikan di Kota Batam,” katanya.

Albert menyebut kerja sama dengan Sekolah Islam Andalusia Batam merupakan MoU pertama yang dilakukan dengan sekolah tersebut. Ia berharap kerja sama itu dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kompetensi guru sekaligus mutu pendidikan Islam.

“MoU ini yang pertama dengan Sekolah Islam Andalusia Batam. Harapannya, MoU ini dapat meningkatkan kompetensi guru sebagai awal meningkatkan mutu pendidikan Islam sehingga berdampak pada lahirnya sumber daya manusia yang kompeten,” jelasnya.

Ketua Yayasan Dhiyaul Haqq Batam, Erwin Herdiawan, S.T., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah menghadapi perkembangan informasi dan tantangan pendidikan di era digital.

Menurutnya, saat ini anak-anak memiliki akses yang sangat luas terhadap informasi. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua dan guru karena tidak semua informasi yang diterima anak dapat dipilah dan dipahami dengan baik.

“Kami sadar era sekarang murid lebih cepat belajar dan mudah menemukan banyak informasi yang belum tentu dapat dipilah oleh mereka,” katanya.

Karena itu, kata Erwin, peningkatan mutu pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kompetensi guru. Orangtua juga perlu mendapatkan pemahaman agar dapat mendampingi anak dalam menghadapi perkembangan teknologi dan informasi.

“Kegiatan ini juga sengaja kami adakan untuk meningkatkan mutu guru, serta mengedukasi murid dan wali murid beserta sistem pendidikan yang matang,” ujarnya.

Dari sisi siswa, kegiatan tersebut juga mendapat respons positif. Abrisam Zulfaqqor Aqwa, siswa kelas XII Sekolah Islam Andalusia Batam, mengaku mendapatkan tambahan wawasan dari materi yang disampaikan dalam FGD.

“Ilmu yang disampaikan saat FGD sangat baik dan menambah wawasan. Ada ilmu terkait bahasa Arab dan fikih. Kami sangat senang dan ingin terus belajar,” ujar Abrisam.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut diikuti unsur akademisi, yayasan, guru, siswa dan wali murid. Rangkaian acara berlangsung khidmat sekaligus interaktif, terutama saat peserta diberikan kesempatan berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan kepada para pemateri.

Sejumlah akademisi dan pejabat turut hadir, di antaranya Dr. Mohd Azman bin Mohsin, Deputy Rector (Research and Innovation) Kolej Universiti Islam Johor Sultan Ibrahim (KUIJSI), serta Prof. Dr. Hj. Sri Langgeng Ratnasari, S.E., M.M., Rektor Universitas Riau Kepulauan.

Turut hadir Associate Prof. Dr. Ervin Nora Susanti, S.Pi., M.Si., serta Ongky Parmadhie Putra, S.STP., M.M., Lurah Taman Baloi, Kecamatan Batam Kota.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara sekolah, perguruan tinggi, yayasan, orangtua dan masyarakat. Kerja sama yang dibangun diharapkan berlanjut dalam berbagai program peningkatan kompetensi guru dan penguatan mutu pendidikan Islam di Kota Batam. (*)

Editor: WA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *