Batam-(NagoyaPos.Com) – Penemuan jasad seorang Anak Buah Kapal (ABK) Arupadhatu I di perairan Pulau Enggano, Bengkulu, menjadi petunjuk baru dalam pencarian rombongan lima jurnalis foto dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Hasil uji DNA memastikan jasad pria yang ditemukan tersebut identik dengan Surakman (60), salah satu ABK Arupadhatu I. Kapolda Banten Irjen Pol Hengki telah mengonfirmasi hasil identifikasi tersebut.
Kepastian identitas itu mendapat perhatian dari Pewarta Foto Indonesia (PFI). Organisasi profesi tersebut menilai penemuan jasad Surakman menjadi bukti baru yang penting setelah operasi pencarian gabungan sebelumnya dihentikan Basarnas pada hari ke-10, 17 September 2026.
Ketua Umum PFI Pusat, Dwi Pambudo, menyampaikan duka cita kepada keluarga Surakman. Di sisi lain, ia berharap temuan tersebut dapat menjadi dasar untuk kembali melanjutkan pencarian terhadap korban lain yang hingga kini masih belum ditemukan.
“Penemuan jasad salah satu kru kapal ini merupakan bukti autentik pertama sejak hilangnya rombongan. Ini mematahkan segala spekulasi dan menjadi petunjuk arah baru mengenai keberadaan kapal serta para penyintas lainnya,” ujar Dwi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
PFI kemudian meminta Basarnas bersama tim SAR gabungan TNI/Polri membuka kembali operasi pencarian. Penyisiran diharapkan kembali dilakukan secara intensif, terutama di sekitar lokasi ditemukannya jasad Surakman serta jalur perairan yang mengarah dari Selat Sunda menuju kawasan Enggano.
Menurut PFI, penemuan tersebut merupakan perkembangan baru yang perlu segera ditindaklanjuti oleh otoritas SAR. Organisasi itu juga mengingatkan kembali pernyataan otoritas SAR saat penghentian operasi sebelumnya bahwa pencarian dapat dibuka kembali apabila ditemukan petunjuk baru terkait keberadaan korban.
“Harapan kami dan pihak keluarga sama sekali belum padam. Kami meminta negara hadir secara maksimal untuk melacak keberadaan lima rekan jurnalis kami dan dua kru kapal lainnya yang masih berstatus hilang. Waktu sangat berharga, dan setiap detiknya berarti bagi keselamatan mereka,” tegas Dwi.
Lima jurnalis foto yang masih dinyatakan hilang yakni Yudistiro Pranoto dari iNews, Donal Husni (jurnalis lepas), Arie Basuki dari Merdeka.com, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency, dan Muhammad Bagus Khoirunas dari LKBN Antara.
Rombongan tersebut dilaporkan hilang kontak sejak 7 September 2026 saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.
PFI Pusat bersama pengurus daerah juga terus melakukan pendampingan terhadap keluarga kelima jurnalis tersebut. PFI menyatakan akan mengawal proses pencarian hingga ada kepastian mengenai keberadaan seluruh korban. (*)
Reporter : RY














