Batam, Nagoyapos.com – Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengajak masyarakat menjadikan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau sebagai momentum memperkuat persatuan sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan.
Ajakan itu disampaikan saat memimpin upacara peringatan tingkat Kota Batam di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Kamis (24/9/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, Ketua TP-PKK Kota Batam Erlita Amsakar, serta jajaran Forkopimda.
Menurut Amsakar, peringatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan. Momen ini dapat digunakan untuk melihat capaian yang telah diraih, mengevaluasi berbagai kekurangan, sekaligus menyiapkan strategi menghadapi tantangan mendatang.
“Peringatan hari jadi bukan sekadar menandai usia, tetapi menjadi sarana menakar prestasi, menyiapkan langkah, dan menyalakan semangat baru menghadapi tantangan masa depan,” ujar Amsakar.
Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen
Dalam kesempatan itu, Amsakar menyoroti posisi Batam sebagai salah satu pusat perekonomian utama di Kepri.
Hingga triwulan II 2026, pertumbuhan ekonomi Batam tercatat 7,28 persen. Kontribusinya terhadap PDRB Provinsi Kepri mencapai 66,82 persen.
Sementara dari sektor investasi, realisasi hingga semester I 2026 mencapai Rp38,97 triliun, atau 55,67 persen dari target tahunan sebesar Rp70 triliun.
Capaian tersebut memperlihatkan besarnya peran Batam dalam menggerakkan aktivitas ekonomi regional.
Namun, Amsakar menegaskan keberhasilan tidak cukup diukur melalui investasi dan pertumbuhan ekonomi. Dampak terhadap kesejahteraan warga juga menjadi perhatian.
Kemiskinan Batam Turun Jadi 3,81 Persen
Sejumlah indikator sosial turut menunjukkan perubahan positif.
IPM Batam naik dari 83,3 pada 2024 menjadi 83,8 pada 2025. Tingkat pengangguran terbuka juga turun dari 7,68 persen menjadi 7,57 persen.
Pada periode yang sama, persentase penduduk miskin berkurang dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen.
“Hal ini menegaskan bahwa Batam tidak hanya menjadi tujuan investasi, tetapi juga pusat penciptaan nilai ekonomi,” kata Amsakar.
Penyengat Jadi Simbol Persatuan Kepri
Hari Jadi ke-24 Kepri tahun ini mengusung tema “Dari Penyengat Menyatukan Semangat, Kepri Maju Berkelanjutan.”
Amsakar menilai pemilihan Pulau Penyengat memiliki makna penting. Selain menyimpan jejak sejarah, kawasan tersebut merupakan bagian dari warisan peradaban Melayu yang dapat menjadi pijakan dalam membangun masa depan.
“Kemajuan Kepulauan Riau harus dibangun di atas akar budaya yang kuat, namun tetap berorientasi kepada masa depan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Amsakar Minta Kolaborasi Terus Dijaga
Berbagai pencapaian Batam, lanjutnya, merupakan hasil kerja banyak pihak. Pemerintah Kota Batam, BP Batam, pemerintah pusat, Forkopimda, pelaku usaha dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam proses tersebut.
Karena itu, sinergi dinilai penting untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus menghadapi persoalan yang semakin kompleks.
“Marilah kita jadikan momentum Hari Jadi Kepulauan Riau ini sebagai inspirasi dan motivasi untuk mencapai prestasi yang lebih gemilang dengan semangat kebersamaan, kegotongroyongan, bekerja keras, dan berinovasi,” ajaknya.
Ia berharap semangat tersebut mampu memperkuat hubungan antara Batam dan Pemerintah Provinsi Kepri dalam menghadirkan kebijakan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
RM














