Batam-(NagoyaPos.Com) – Pesan persatuan dan kepedulian terhadap lingkungan disuarakan sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kota Batam melalui aksi penanaman 1.000 batang mangrove di kawasan pantai Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Minggu (27/9/2026).
Kegiatan yang diprakarsai DPD Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) itu tidak sekadar menjadi gerakan penghijauan. Aksi tersebut juga menjadi ruang bagi berbagai elemen masyarakat untuk kembali memperkuat silaturahmi dan menunjukkan komitmen menjaga Batam tetap aman, damai, dan kondusif.
Ketua DPD GRIB Jaya Kepri, Junaidi Eddy, mengatakan penanaman mangrove dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kawasan pesisir Batam yang terus menghadapi tekanan akibat perkembangan wilayah.
“Kita melihat saat ini cukup banyak kawasan mangrove yang berkurang akibat pengembangan wilayah. Melalui kegiatan ini, kita berharap keberadaan mangrove di Batam terus dijaga dan dilestarikan agar lingkungan tetap seimbang,” ujar Junaidi di sela kegiatan.
Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum mempererat hubungan antarelemen masyarakat tanpa melihat latar belakang organisasi, suku maupun agama.
“Harapan kita, Batam tetap kondusif. Berkumpulnya berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Batam adalah daerah yang aman, damai, dan sangat terbuka, termasuk bagi para investor,” katanya.
Pesan serupa disampaikan Panglima Sambang Gagak Hitam, Udin Pelor. Ia menilai kolaborasi lintas ormas menjadi langkah penting untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Batam.
“Menyatukan perbedaan ras, suku, dan agama bukanlah hal yang mudah. Namun hari ini kita membuktikan, di Bumi Melayu ini tidak ada sekat. Kita semua adalah sesama anak bangsa yang berdiri di bawah naungan NKRI,” ujar Udin.
Ia menegaskan, perbedaan organisasi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan keutuhan daerah.
Dalam kegiatan tersebut, para pimpinan ormas juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polda Kepri dan Polresta Barelang, yang dinilai telah berperan dalam menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah Kepulauan Riau.
Kegiatan diawali dengan pengarahan teknis mengenai tata cara penanaman mangrove oleh perwakilan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepri, Moh. Safet. Setelah itu dilanjutkan penyerahan bibit secara simbolis dan penanaman mangrove bersama di garis pantai.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan pembagian paket sembako kepada masyarakat Tanjung Uma.
Sejumlah unsur turut hadir, di antaranya jajaran pengurus DPD, DPC, PAC, Srikandi dan Dewan Pengawas GRIB Jaya Kepri, perwakilan BPDAS, Sekretaris DPD HKTI Wayan U Cakra, pihak Kelurahan Tanjung Uma, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta tokoh masyarakat setempat.
Kegiatan juga melibatkan berbagai elemen lintas organisasi, seperti HNSI, TAGANA Batam, Persaudaraan Masyarakat Dumai Permai, YBTM, PERMASA, GAMAT, TAJAM, Ikatan Keluarga Adonara (IKA), GMW, serta komunitas masyarakat MBTU Tanjung Uma.
Aksi tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi ruang bersama untuk mempererat hubungan berbagai kelompok masyarakat sekaligus menjaga pesan persatuan dan kondusivitas Batam. (*)
Reporter : RY














