<

Batam Masuk 10 Besar Pertumbuhan Konektivitas Pelabuhan Dunia

Aktivitas bongkar muat di Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar, Batam. Layanan direct call internasional di terminal tersebut mencapai 106 kunjungan kapal sepanjang Januari-Mei 2026, meningkat 212 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Batam-(NagoyaPos.Com) – Konektivitas pelayaran Batam menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam satu dekade terakhir. UN Trade and Development (UNCTAD) mencatat Batam masuk 10 besar pelabuhan dengan pertumbuhan Port Liner Shipping Connectivity Index (PLSCI) tertinggi di dunia pada periode kuartal II 2016 hingga kuartal II 2026.

Dalam daftar tersebut, Batam berada di posisi keenam. UNCTAD mencatat pelabuhan-pelabuhan yang masuk dalam daftar mengalami pertumbuhan konektivitas kuat selama periode 10 tahun tersebut.

Selain Batam, daftar itu mencakup Malaga, Spanyol; Puerto Bolivar, Ekuador; Aliaga (Nemrut), Turki; Zhapu, China; Chabahar, Iran; Arkhangelsk, Rusia; Port Hueneme, Amerika Serikat; Haugesund, Norwegia; dan Derince, Turki.

Pertumbuhan konektivitas tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan posisi Batam dalam jaringan pelayaran global. Kondisi ini sejalan dengan upaya Badan Pengusahaan (BP) Batam memperkuat konektivitas pelabuhan, termasuk mendorong layanan pelayaran langsung atau direct call.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan posisi geografis Batam yang berada di jalur strategis perdagangan internasional menjadi salah satu modal penting dalam pengembangan konektivitas.

Namun, menurut dia, keunggulan geografis harus diikuti pembangunan infrastruktur yang mampu menjawab kebutuhan dunia usaha.

“Keunggulan geografis saja tidak cukup. Kita harus memastikan pelabuhan dan infrastruktur pendukung terbangun maksimal sehingga aktivitas investasi dan industri dapat tumbuh dan memberikan manfaat kepada ekonomi daerah dan masyarakat,” ujar Amsakar, Selasa (29/9).

Penguatan konektivitas itu tercermin dari aktivitas layanan direct call internasional di Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, layanan direct call internasional di TPK Batu Ampar mencapai 106 kunjungan kapal. Jumlah tersebut meningkat 212 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat 34 kunjungan.

Pada periode yang sama, volume peti kemas melalui layanan direct call mencapai 58.237 TEUs. Angka tersebut meningkat 125 persen dibandingkan Januari-Mei 2025 yang tercatat 25.904 TEUs.

Amsakar menyebut perkembangan tersebut menunjukkan semakin terbukanya akses Batam terhadap jaringan perdagangan internasional.

Penguatan konektivitas Batam juga dilakukan melalui sektor digital. Salah satunya dengan beroperasinya Nongsa-Changi Cable (NCC) yang mendarat di Batam pada 20 Juli 2026.

Kabel bawah laut tersebut menghubungkan Nongsa Digital Park di Batam dengan Changi, Singapura, melalui 24 pasang serat optik. Infrastruktur ini mendukung konektivitas digital Indonesia-Singapura, termasuk kebutuhan pusat data, komputasi awan, kecerdasan artifisial (AI), dan interkoneksi data center.

Dengan perkembangan tersebut, konektivitas Batam tidak hanya bertumpu pada jalur laut, tetapi juga diperkuat melalui infrastruktur digital yang menunjang pertumbuhan industri berbasis teknologi.

“Kita ingin Batam semakin terhubung. Bukan hanya terhubung secara fisik melalui pelabuhan dan jalur perdagangan, tetapi juga terhubung secara digital. Keduanya akan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem investasi dan industri yang memberi kemanfaatan bagi ekonomi kita,” kata Amsakar. (*)

 

 

Reporter : RY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *