<

BP Batam Siapkan Penguatan Jalan Gajah Mada, Tanah Bergerak hingga Kedalaman 8 Meter

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjelaskan penanganan pergerakan tanah di kawasan Jalan Gajah Mada, tanjakan Hotel Vista, Batam, Kamis (1/10).

Batam-(NagoyaPos.Com) – Kerusakan badan Jalan Gajah Mada, khususnya di kawasan tanjakan Hotel Vista, ternyata bukan sekadar persoalan permukaan jalan. Hasil kajian teknis BP Batam menunjukkan adanya pergerakan tanah (sliding) di bawah permukaan hingga kedalaman sekitar delapan meter.

Kondisi tersebut membuat perbaikan badan jalan yang sudah dilakukan dua kali kembali mengalami perubahan struktur. Untuk mengetahui pola pergerakan tanah, BP Batam kini memantau kondisi di sekitar 50 titik di kawasan tersebut.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan persoalan pergerakan tanah di lokasi itu telah ditangani secara bertahap sekitar satu tahun terakhir.

“Persoalannya bukan hanya pada badan jalan. Dari hasil kajian, terdapat pergerakan tanah di bawah permukaan sehingga penanganannya juga harus dilakukan terhadap struktur tanahnya,” ujar Ariastuty.

Ia menjelaskan, BP Batam bersama konsultan telah melakukan serangkaian kajian teknis untuk mengetahui penyebab dan pola pergerakan tanah. Salah satunya melalui pengukuran kondisi tanah di sejumlah titik.

Hasil pemantauan menunjukkan adanya pergerakan dengan besaran yang berbeda-beda. Pada sejumlah titik, pergerakan tercatat mulai dari beberapa milimeter hingga belasan sentimeter.

“Pemantauan di 50 titik ini penting untuk melihat bagaimana pola pergerakannya. Karena setiap titik menunjukkan pergerakan yang berbeda, kita perlu memastikan penanganan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kondisi tanah di lapangan,” katanya.

Secara teknis, BP Batam turut mengkaji kondisi lapisan tanah lunak, perubahan beban, serta kandungan air di sekitar lokasi. Namun, penyebab dan desain penanganan masih menunggu finalisasi kajian teknis konsultan.

Sejumlah langkah juga telah dilakukan untuk mengurangi dampak pergerakan tanah. Selain memperbaiki badan jalan, BP Batam sempat melakukan pengaturan aliran air di sekitar lokasi untuk mengurangi beban air. Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya menghentikan pergerakan tanah.

Karena itu, salah satu opsi penguatan yang kini dipertimbangkan adalah pemasangan sheet pile secara rapat untuk menahan pergerakan tanah. Penguatan struktur tersebut dinilai perlu dilakukan sebelum badan jalan kembali diperbaiki.

“Prinsipnya, pergerakan tanah harus kita stabilkan terlebih dahulu. Setelah itu baru dilakukan pekerjaan pada badan jalan. Jadi, kita tidak hanya menangani dampak di permukaan, tetapi juga memperkuat struktur yang menahan pergerakan tanah,” jelasnya.

Sebelumnya, penanganan dengan sistem piling juga telah dilakukan. Namun, berdasarkan evaluasi teknis, jarak antar-pancang dinilai masih memungkinkan tanah dan air bergerak melalui celah. Karena itu, BP Batam kembali mengkaji sistem penguatan yang lebih sesuai dengan kondisi lapangan.

Selain penguatan utama, BP Batam juga mengkaji pengurangan beban tanah di sekitar lokasi sebagai langkah awal. Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi tekanan pada bidang tanah yang masih mengalami pergerakan sembari menunggu pekerjaan penguatan struktur.

Ariastuty mengatakan, pelaksanaan pekerjaan utama seperti pemasangan sheet pile dan perbaikan badan jalan masih membutuhkan tahapan administrasi, penganggaran, serta proses pengadaan sesuai ketentuan.

“Kami memahami kondisi Jalan Gajah Mada ini menjadi perhatian masyarakat. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara tepat berdasarkan kajian. Targetnya bukan sekadar memperbaiki jalan, tetapi memastikan kondisi tanah yang menjadi dasar jalan juga ditangani,” pungkasnya. (*)

 

Reporter : RY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *