<
Batam  

SMKN 2 Batam Jadi Tuan Rumah Program SMK Go Global, Peserta Disiapkan Kerja ke Luar Negeri

Kepala BP3MI Kepri Kombes Pol Imam Riyadi bersama Kepala SMKN 2 Batam Drs Rafio saat pembukaan program SMK Go Global di SMKN 2 Batam, Rabu (30/9). Sebanyak 40 peserta mengikuti pelatihan yang dipersiapkan untuk meningkatkan kompetensi calon pekerja migran Indonesia.

Batam-(NagoyaPos.Com) – Peluang bekerja ke luar negeri bagi tenaga kerja muda di Kepulauan Riau kembali dibuka melalui program SMK Go Global. Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) melalui Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepri menggandeng SMK Negeri 2 Batam sebagai lokasi pelaksanaan pelatihan.

Sebanyak 40 peserta mengikuti pelatihan yang mencakup keterampilan Bahasa Inggris dan bidang hospitality. Pesertanya tidak hanya berasal dari SMKN 2 Batam, tetapi juga masyarakat umum, alumni SMK, serta lulusan SLTA atau sederajat dari berbagai daerah di Kepri.

Kepala BP3MI Kepri Kombes Pol Imam Riyadi mengatakan, SMKN 2 Batam dipilih setelah pihaknya melihat kesiapan fasilitas dan akses yang dimiliki sekolah tersebut.

“Ini jadi sebuah terobosan, di mana SMK bisa kita berdayakan untuk membuat pelatihan. Kami juga melihat bagaimana kesiapan, fasilitasnya, bagaimana aksesnya. Ketika kami melihat kesiapan yang meyakinkan, sehingga kita menyiapkan SMK 2 ini untuk menjadi salah satu pelaksana program SMK Go Global,” ujar Imam, Rabu (30/9).

Program tersebut diarahkan tidak berhenti pada pelatihan. Peserta yang memenuhi persyaratan dan memiliki kompetensi nantinya dapat dipersiapkan untuk penempatan kerja di luar negeri sesuai kebutuhan atau job order yang tersedia.

Imam mengatakan, program SMK Go Global merupakan program jangka panjang yang ditargetkan berjalan hingga 2029. Sebelum pelaksanaan di SMKN 2 Batam, program serupa telah dibuka di Batam Tourism Polytechnic (BTP) Tiban dengan 40 peserta.

“Kementerian P2MI menjadi kementerian baru yang dibentuk oleh Kabinet Bapak Prabowo. Alhamdulillah, SMK Go Global ini sudah kita buka di Kepri. Kemarin diawali dengan dibuka dua kelas di Batam Tourism Polytechnic. Total ada 40, dan hari ini kita membuka di SMK 2,” katanya.

Menurut Imam, peserta yang mengikuti pelatihan mendapatkan fasilitas tanpa dipungut biaya. Selain pelatihan dan sertifikat, peserta juga memperoleh makan serta uang saku selama mengikuti kegiatan.

Ia menyebut salah satu negara tujuan yang dipersiapkan dalam program ini adalah Turki. Namun, penempatan akan disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja dan job order dari negara tujuan.

“Pelatihan ini tidak dilatih lalu selesai. Ketika selesai, kita kasih sertifikat gratis, lalu ditempatkan di luar negeri. Sistem pelatihan ini gratis semua. Mereka mendapatkan makan dan uang saku. Mereka akan ditempatkan di negara tujuan ketika nanti ada job order,” jelasnya.

Pendaftaran program dibuka melalui kanal resmi P2MI. Peserta tidak harus merupakan siswa SMKN 2 Batam. Program tersebut juga terbuka bagi masyarakat umum, lulusan SLTA atau sederajat, hingga perguruan tinggi dengan batas usia produktif maksimal 35 tahun.

Imam mengatakan, target peserta yang telah ditetapkan sebelumnya hampir terpenuhi. Karena itu, pihaknya berencana mengusulkan tambahan anggaran untuk memperluas program. Secara keseluruhan, sekitar 500 orang disebut telah mendaftarkan diri dalam program tersebut.

Selain bidang hospitality, BP3MI Kepri juga tengah menjajaki pelatihan untuk bidang lain yang memiliki kebutuhan tenaga kerja di luar negeri, termasuk welder serta sektor perkebunan dan pertanian.

Namun, pengembangan pelatihan tersebut masih menghadapi kendala ketersediaan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang memiliki kompetensi khusus di bidang-bidang tersebut.

“Kita juga menginginkan agar ada bidang welder. Lalu bidang perkebunan dan pertanian. Kendalanya di sini belum ada LPK yang menangani perkebunan atau pertanian,” kata Imam.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Batam Drs Rafio menyambut kepercayaan BP3MI Kepri menjadikan sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan program.

Menurutnya, SMKN 2 Batam memiliki sejumlah fasilitas yang mendukung pelatihan, termasuk fasilitas hotel dan kuliner yang dapat dimanfaatkan untuk pelatihan bidang hospitality.

“Alhamdulillah, SMK Negeri 2 dipercaya oleh P2MI untuk melaksanakan kegiatan di sekolah kita. Salah satunya adalah pelatihan Bahasa Inggris dan waiter. Kebetulan di sekolah kita ada fasilitas hotel, kita juga punya kuliner,” ujar Rafio.

Ia menjelaskan, pihak sekolah berperan menyediakan tempat dan fasilitas pendukung, sedangkan pelaksanaan program dan materi pelatihan disiapkan oleh P2MI melalui BP3MI Kepri.

Pelatihan tersebut dijadwalkan berlangsung sekitar dua bulan. Pesertanya berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari siswa SMK, alumni, masyarakat umum hingga lulusan SLTA sederajat dari wilayah Kepri.

Rafio berharap kerja sama tersebut dapat berlanjut sehingga semakin banyak lulusan SMKN 2 Batam maupun masyarakat Kepri yang mendapat kesempatan meningkatkan keterampilan dan mengikuti peluang penempatan kerja di luar negeri.

“Kedepan, semoga Pak Imam masih mempercayakan kepada kita lagi. Alumni kita juga bisa dilibatkan untuk diberangkatkan ke luar negeri. Itu harapan kita. Tentunya kami berharap kegiatan pelatihan ini dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Program SMK Go Global diharapkan menjadi salah satu jalur untuk meningkatkan kompetensi calon pekerja migran Indonesia sebelum memasuki pasar kerja internasional, dengan penempatan yang disesuaikan dengan kebutuhan negara tujuan. (*)

 

 

Reporter : RY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *