<
Batam  

ASPPI Kepri Hadiri MUNAS HPI VIII, Batam Jadi Titik Temu Pramuwisata se-Indonesia

Pengurus DPD ASPPI Kepulauan Riau menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional (MUNAS) HPI VIII di Hotel Pacific Palace Batam, Senin (6/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi antarpelaku pariwisata sekaligus memperluas jejaring promosi wisata Batam dan Kepri.

Batam-(NagoyaPos.Com) – Batam menjadi titik temu para pramuwisata dari berbagai daerah di Indonesia dalam Musyawarah Nasional (MUNAS) Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) VIII yang digelar di Hotel Pacific Palace Batam, Senin (6/10/2026).

Perhelatan yang berlangsung 5–8 Oktober 2026 itu turut dihadiri Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Kepulauan Riau. Kehadiran ASPPI menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan kolaborasi antarorganisasi yang bergerak di sektor pariwisata.

MUNAS HPI VIII mempertemukan pengurus serta perwakilan DPD dan DPC HPI dari berbagai wilayah. Selain menjadi forum organisasi, agenda nasional tersebut juga menjadi momentum untuk membicarakan perkembangan profesi pramuwisata di tengah dinamika industri pariwisata yang semakin kompetitif.

Bagi pelaku pariwisata di Kepri, dipilihnya Batam sebagai tuan rumah memiliki arti strategis. Kehadiran ratusan peserta dari berbagai daerah secara tidak langsung membuka ruang promosi potensi wisata Batam dan Kepri kepada para pelaku industri pariwisata nasional.

Batam ditetapkan sebagai tuan rumah MUNAS HPI VIII melalui proses voting dalam Rakernas XX HPI di Cirebon pada Februari 2025. Kepercayaan tersebut sekaligus menunjukkan posisi Batam sebagai salah satu daerah yang memiliki peran penting dalam lalu lintas pariwisata nasional.

Ketua ASPPI DPD Kepri mengapresiasi pelaksanaan MUNAS HPI VIII di Batam. Menurutnya, pertemuan organisasi pariwisata seperti ini tidak berhenti pada agenda internal, tetapi dapat menjadi ruang memperkuat jaringan dan kerja sama antar pelaku pariwisata.

“Ini menjadi kebanggaan bagi Batam dan Kepulauan Riau karena dipercaya menjadi tuan rumah. Mudah-mudahan dari MUNAS ini lahir gagasan dan program yang bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya pramuwisata, sekaligus memperkuat pariwisata Indonesia,” ujarnya.

Ia menilai pramuwisata memiliki peran penting karena berhadapan langsung dengan wisatawan. Kualitas pelayanan dan pemahaman terhadap budaya, sejarah, alam hingga kearifan lokal menjadi bagian yang turut menentukan pengalaman wisatawan selama berada di suatu daerah.

Karena itu, penguatan kompetensi pramuwisata dinilai perlu berjalan beriringan dengan pengembangan destinasi dan promosi pariwisata.

MUNAS HPI VIII di Batam pun tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi turut membuka ruang pertemuan bagi pelaku pariwisata dari berbagai daerah. Momentum tersebut diharapkan dapat memperluas jejaring sekaligus mendorong semakin banyak kerja sama pariwisata yang berdampak bagi Batam dan Kepulauan Riau. (*)

 

 

Reporter : RY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *