Batam, Nagoyapos.com – Kualitas udara di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), masih berada dalam kategori tidak sehat pada Selasa (13/10/2026) pagi. Berdasarkan pemantauan IQAir pukul 04.00 WIB, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI⁺ US) di Batam tercatat mencapai 153.
Angka tersebut menunjukkan kondisi udara yang perlu diwaspadai, terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit jantung.
Data IQAir mencatat polutan utama di Batam adalah partikel halus PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 57,8 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Konsentrasi PM2.5 tersebut setara dengan 11,6 kali nilai panduan tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebagaimana ditampilkan dalam pemantauan IQAir.
PM2.5 merupakan partikel polusi berukuran sangat kecil, yakni berdiameter 2,5 mikrometer atau kurang. Karena ukurannya yang halus, partikel ini dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru.
AQI Batam 153, Warga Perlu Membatasi Aktivitas di Luar Ruangan
Dengan AQI mencapai 153, kualitas udara Batam masuk kategori tidak sehat. Pada kategori ini, dampak kesehatan dapat dirasakan oleh masyarakat umum, sementara kelompok sensitif berpotensi mengalami dampak yang lebih serius.
IQAir merekomendasikan masyarakat untuk menghindari olahraga atau aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika kualitas udara berada dalam kondisi tersebut.
Warga juga disarankan menutup jendela untuk mengurangi masuknya udara luar yang tercemar. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker yang sesuai untuk menyaring partikel halus dapat menjadi salah satu langkah perlindungan.
Selain itu, penggunaan alat pemurni udara atau air purifier di dalam ruangan dapat membantu mengurangi paparan partikel polusi, terutama jika dilengkapi filter yang efektif menyaring PM2.5.
Cara Melindungi Diri dari Polusi Udara Batam
Untuk mengurangi risiko paparan polusi udara, masyarakat dapat melakukan beberapa langkah berikut:
1. Kurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya olahraga berat ketika kualitas udara masih tidak sehat.
2. Tutup pintu dan jendela saat udara luar tercemar untuk membatasi masuknya polutan.
3. Gunakan masker yang mampu menyaring partikel halus jika harus beraktivitas di luar ruangan.
4. Nyalakan air purifier jika tersedia, terutama di ruangan yang sering digunakan.
5. Pantau perkembangan kualitas udara melalui sumber pemantauan seperti IQAir sebelum merencanakan kegiatan di luar rumah.
Masyarakat diimbau tetap memperhatikan kondisi udara sepanjang hari karena tingkat polusi dapat berubah mengikuti cuaca, angin, dan sumber emisi.
Data AQI 153 dan PM2.5 sebesar 57,8 µg/m³ tersebut merupakan hasil pemantauan pada pukul 04.00 WIB, sehingga tidak otomatis menggambarkan kondisi udara Batam pada jam-jam berikutnya














