Batam, Nagoyapos.com – Kualitas udara di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), masih berada dalam kategori tidak sehat pada Sabtu (17/10/2026) pagi. Data pemantauan kualitas udara menunjukkan Indeks Kualitas Udara (AQI) mencapai 181, dengan konsentrasi partikel halus PM2.5 yang tergolong tinggi.
Berdasarkan data pemantauan kualitas udara yang diperbarui pukul 05.21 WIB, AQI Batam berada di angka 181 berdasarkan skala Amerika Serikat (US AQI). Sementara itu, konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 114 mikrogram per meter kubik (µg/m³) dan PM10 sebesar 131 µg/m³.
Angka tersebut menunjukkan bahwa polusi udara masih menjadi perhatian bagi masyarakat Batam, terutama pada pagi hari ketika kondisi udara terpantau berkabut akibat asap.
PM2.5 Batam Capai 7,4 Kali Pedoman WHO
Data pemantauan berikutnya yang diperbarui pukul 05.41 WIB mencatat konsentrasi PM2.5 di Batam sebesar 111 µg/m³. Nilai tersebut setara dengan sekitar 7,4 kali pedoman konsentrasi PM2.5 sebesar 15 µg/m³ yang digunakan dalam perbandingan pada sumber pemantauan.
PM2.5 merupakan partikel polutan berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru. Paparan terhadap partikel ini dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya pada kelompok rentan.
Kelompok yang perlu memberikan perhatian lebih terhadap kondisi tersebut antara lain anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan atau gangguan jantung.
Polusi Udara Batam Didominasi Partikulat
Selain PM2.5 dan PM10, data pemantauan juga mencatat sejumlah polutan udara lainnya di Batam. Berikut rinciannya berdasarkan pembaruan pukul 05.21 WIB:
* PM2.5: 114 µg/m³
* PM10: 131 µg/m³
* Karbon monoksida (CO): 1.000 ppb
* Sulfur dioksida (SO₂): 1 ppb
* Nitrogen dioksida (NO₂): 3 ppb
* Ozon (O₃): 6 ppb
Pada waktu pemantauan tersebut, suhu udara tercatat 26 derajat Celsius, kelembapan mencapai 83 persen, dan kecepatan angin sekitar 7,2 kilometer per jam.
Data tersebut merupakan hasil pemantauan pada waktu tertentu sehingga angka kualitas udara dapat berubah mengikuti kondisi cuaca, arah angin, serta sumber emisi di sekitar wilayah Batam.
Warga Batam Perlu Mengurangi Paparan Polusi
Dengan AQI mencapai 181, masyarakat perlu berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan. Kategori tidak sehat menandakan bahwa dampak polusi dapat dirasakan oleh masyarakat umum, bukan hanya kelompok yang sensitif terhadap pencemaran udara.
Warga disarankan mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara masih berkabut. Penggunaan masker respirator yang sesuai, seperti N95 atau KN95 yang terpasang rapat, dapat membantu mengurangi paparan partikel halus ketika harus beraktivitas di luar.
Masyarakat juga dapat menutup jendela saat udara luar sedang tercemar dan menggunakan penyaring udara dalam ruangan jika tersedia.
Bagi warga yang mengalami sesak napas, nyeri dada, atau gejala pernapasan yang memburuk, sebaiknya segera mencari pertolongan medis.
Pantau Perkembangan Kualitas Udara Batam
Kondisi kualitas udara di Batam pada Sabtu pagi menunjukkan bahwa paparan polusi masih perlu diwaspadai. Namun, data pada pukul 05.21 dan 05.41 WIB tersebut belum cukup untuk memastikan apakah kualitas udara memburuk atau membaik secara keseluruhan sepanjang hari.
Masyarakat diimbau terus memantau pembaruan indeks kualitas udara dan informasi resmi dari instansi terkait sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.
Kewaspadaan diperlukan agar masyarakat dapat menyesuaikan kegiatan sehari-hari sekaligus mengurangi risiko kesehatan akibat paparan polusi udara.
RM














