<
Batam  

Batam Diuji Krisis Beruntun, Ketum LAM Serukan Persaudaraan

Ketua Umum Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri Kota Batam, Dato’ Wira Setia Utama Yang Mulia H Raja Muhamad Amin Ibni Raja Haji Muhammad, mengajak masyarakat menjaga persaudaraan dan mengedepankan kebijaksanaan di tengah berbagai persoalan yang dihadapi Batam.

Batam-(NagoyaPos.Com) – Pemadaman listrik meluas, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga persoalan pasokan air bersih menjadi ujian bagi masyarakat Batam. Di tengah berbagai persoalan tersebut, Ketua Umum Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri Kota Batam, Dato’ Wira Setia Utama Yang Mulia H Raja Muhamad Amin Ibni Raja Haji Muhammad, mengajak masyarakat menjaga persaudaraan dan menyikapi keadaan dengan bijaksana.

Ia mengingatkan, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat perlu menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, bukan justru memicu perpecahan.

“Mari kita jaga Batam kita agar tetap aman, damai, dan sejahtera. Apa pun keadaan yang kita hadapi, jangan sampai menghilangkan rasa persaudaraan, kesantunan, dan kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat kita,” pesannya.

Menurut Raja Muhamad Amin, kegelisahan masyarakat di tengah berbagai persoalan merupakan hal yang dapat dipahami. Namun, keadaan tersebut perlu disikapi dengan pikiran jernih, hati lapang, serta semangat mencari jalan keluar.

Ia menegaskan, menjaga ketenteraman bukan berarti mengabaikan persoalan yang terjadi. Berbagai masalah yang menyangkut kepentingan masyarakat tetap membutuhkan penanganan serius, terukur, dan bertanggung jawab.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan upaya penyelesaian serta memberi ruang bagi pihak-pihak yang memiliki kewenangan dan keahlian untuk menjalankan tanggung jawabnya.

“Marilah kita menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah. Berikan ruang kepada mereka yang memiliki ilmu, keahlian, dan amanah untuk menjalankan tanggung jawabnya. Kita dukung setiap ikhtiar yang baik demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Jaga Batam sebagai Rumah Bersama

Raja Muhamad Amin mengatakan, Batam merupakan rumah bersama bagi masyarakat dari berbagai suku, agama, dan latar belakang budaya. Keberagaman tersebut menjadi salah satu kekuatan yang perlu terus dirawat di tengah dinamika kehidupan kota.

Menurutnya, kemajuan Batam tidak hanya ditentukan pembangunan infrastruktur, industri, perdagangan, dan investasi. Kerukunan sosial juga menjadi modal penting agar masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan aman dan tenteram.

Ia pun mengajak para pemimpin, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pelaku usaha, serta seluruh warga untuk mengambil peran dalam menjaga suasana kondusif di Batam.

“Kita mungkin datang dari berbagai daerah, membawa adat dan budaya yang berbeda. Tetapi, ketika hidup di Batam, kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga negeri ini. Jangan biarkan perbedaan mengurangi kasih sayang dan kepedulian di antara kita,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya nilai-nilai adat Melayu dalam menyikapi berbagai persoalan. Musyawarah, mufakat, dan kesantunan, menurutnya, perlu menjadi landasan dalam menyampaikan aspirasi maupun mencari penyelesaian.

Falsafah Melayu berat sama dipikul, ringan sama dijinjing menjadi pengingat bahwa menghadapi kesulitan membutuhkan kepedulian dan kesediaan untuk saling membantu.

“Kalau ada yang perlu diperbaiki, mari kita perbaiki dengan cara yang baik. Kalau ada yang perlu diselesaikan, mari kita kedepankan musyawarah dan kebijaksanaan. Jangan sampai keadaan yang sulit membuat kita saling menyalahkan dan kehilangan rasa persaudaraan,” katanya.

Kesabaran Harus Disertai Ikhtiar

Sebagai pemangku adat, Raja Muhamad Amin menekankan bahwa adat tidak sebatas gelar kehormatan atau rangkaian upacara, tetapi juga mengandung tuntunan moral dalam hubungan antarmanusia dan kehidupan bermasyarakat.

Ia berharap para pemegang amanah menjalankan tanggung jawab dengan sungguh-sungguh, sementara masyarakat turut berkontribusi melalui sikap saling membantu, menjaga ketertiban, serta menyampaikan aspirasi secara santun.

Ia juga mengingatkan bahwa kesabaran tidak berarti menyerah pada keadaan. Kesabaran harus berjalan beriringan dengan ikhtiar, tanggung jawab, dan harapan terhadap perbaikan.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Batam, ia berharap masyarakat tetap optimistis dan tidak membiarkan kegelisahan berkembang menjadi prasangka maupun perpecahan.

“Mari kita rawat Batam dengan hati yang baik, kita jaga dengan akal budi, dan kita bangun dengan semangat persaudaraan. Negeri ini adalah tempat kita hidup bersama. Sudah sepatutnya kita menjaganya bersama-sama,” pesannya.

Raja Muhamad Amin turut mengajak masyarakat mendoakan agar berbagai persoalan yang dihadapi Batam segera memperoleh jalan keluar. Ia berharap Allah SWT memberikan perlindungan, kekuatan, dan kebijaksanaan kepada para pemimpin serta melimpahkan kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. (*)

 

 

Reporter : RY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *