<
Batam  

RMB Kepri Minta Hasil Investigasi Blackout Dibuka Transparan, Warga Diminta Tak Berspekulasi

Ketua Umum DPP Rumpun Melanesia Bersatu (RMB) Kepri, Sofyan Abdillah Lamanepa, meminta investigasi penyebab blackout yang melanda sejumlah wilayah di Kepri dilakukan secara transparan. RMB Kepri juga mengajak masyarakat menyikapi perkembangan kasus secara bijak dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Batam-(NagoyaPos.Com) – Dewan Pengurus Pusat Rumpun Melanesia Bersatu Provinsi Kepulauan Riau (DPP RMB Kepri) meminta hasil investigasi pemadaman listrik atau blackout yang melanda Batam, Tanjungpinang, dan Bintan pada Senin (12/10) disampaikan secara transparan kepada masyarakat.

Organisasi tersebut menilai keterbukaan hasil pemeriksaan penting agar penyebab gangguan listrik yang berdampak luas terhadap aktivitas warga dan dunia usaha itu dapat diketahui berdasarkan fakta, bukan spekulasi.

Ketua Umum DPP RMB Kepri, Sofyan Abdillah Lamanepa, mengatakan pihaknya mendukung proses investigasi yang dilakukan pihak terkait untuk mengungkap penyebab pasti blackout.

“Kami mendukung proses investigasi yang dilakukan pihak terkait. Biarkan proses ini berjalan sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Kami berharap penyebab pasti blackout dapat diungkap secara transparan agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas,” ujar Sofyan.

RMB Kepri mendukung pemeriksaan yang melibatkan internal PLN Batam bersama tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Ditipidter) Bareskrim Polri, Polda Kepri, dan Laboratorium Forensik Polri.

Menurut Sofyan, proses pemeriksaan perlu diberi ruang untuk berjalan hingga tuntas. Hasilnya diharapkan mampu menjawab pertanyaan masyarakat mengenai gangguan listrik yang memengaruhi berbagai aktivitas di wilayah Kepri tersebut.

Di sisi lain, RMB Kepri mengingatkan masyarakat agar bijak menyikapi berbagai informasi yang berkembang pascapemadaman. Kritik terhadap pelayanan publik, menurut organisasi tersebut, tetap menjadi bagian dari respons masyarakat, tetapi perlu disampaikan secara proporsional dan berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan bijak menyikapi perkembangan persoalan ini. Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi justru menimbulkan keresahan. Mari kita serahkan prosesnya kepada pihak berwenang dan bersama-sama menjaga kondusivitas daerah,” katanya.

Tokoh masyarakat Indonesia Timur di Kepri sekaligus Dewan Pendiri RMB Kepri, Moody Arnold Timisela, juga meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada aparat penegak hukum untuk menyelesaikan pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Terkait dengan berbagai persoalan yang terjadi akhir-akhir ini, kita serahkan sepenuhnya kepada penegak hukum dan tetap menjaga kondusivitas,” ujar Moody.

RMB Kepri turut mengimbau masyarakat, khususnya di Batam, agar lebih cermat menggunakan media sosial dan mengutamakan sumber informasi resmi. Informasi yang belum terverifikasi dikhawatirkan memicu kesalahpahaman dan memperbesar keresahan publik.

Pernyataan sikap tersebut turut ditandatangani Sekretaris Umum DPP RMB Kepri, Atanasius, dan Bendahara Umum, Bastian Langoday.

RMB Kepri berharap investigasi blackout dapat menghasilkan penjelasan yang terbuka dan berbasis fakta. Pada saat yang sama, masyarakat diharapkan tetap dapat menyampaikan kritik secara bertanggung jawab sembari menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Batam serta Kepri. (*)

 

 

Reporter : RY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *