Batam-(NagoyaPos.Com) – Pemuda didorong tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan, terutama membantu masyarakat menghadapi bencana dan persoalan sosial.
Ketua Umum PP GP Ansor, Dr. H. Addin Jauharudin, menegaskan pentingnya pengabdian nyata kader di tengah masyarakat. Salah satu upaya yang diperkuat adalah peran Banser Tanggap Bencana (Bagana) dalam kesiapsiagaan hingga penanganan bencana.
Hal itu disampaikan Addin dalam Aksi Kemanusiaan Nasional GP Ansor bertema “Bergerak Bersama, Peduli Sesama” di Pantai Pulau Putri, Nongsa, Batam, Kamis (29/10).
Dalam gerakan tersebut, GP Ansor menyalurkan ratusan paket sembako, membagikan ribuan masker, menyediakan air bersih, serta menggelar gotong royong membersihkan kawasan pantai.
Addin mengatakan, seluruh perangkat organisasi, termasuk Banser dan Rijalul Ansor, harus siap bergerak ketika masyarakat menghadapi persoalan sosial maupun bencana.
“Ansor dan Banser lahir dari masyarakat, sudah seharusnya bersatu dan bergerak bersama masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pengabdian organisasi tidak cukup hanya diwujudkan melalui aktivitas internal. Kehadiran kader harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan bantuan.
GP Ansor juga menetapkan enam prioritas penanganan kemanusiaan, yakni kebakaran hutan dan lahan (karhutla), erupsi gunung api, kekeringan, gempa bumi, banjir, dan pembersihan sungai.
Untuk mendukung agenda tersebut, peran Bagana akan dioptimalkan dalam membangun kesiapsiagaan, mitigasi, respons darurat, hingga pemulihan pascabencana.
Selain penyaluran bantuan, aksi kemanusiaan ini juga mencakup edukasi kesehatan, peningkatan pemahaman mitigasi risiko, serta pemulihan lingkungan.
Addin menyebut Batam menjadi titik awal pelaksanaan Aksi Kemanusiaan Nasional. Kepulauan Riau dipilih karena memiliki posisi strategis di kawasan perbatasan dan jalur pelayaran internasional, seperti Selat Malaka, Selat Singapura, dan Laut Cina Selatan.
Di balik posisi strategis tersebut, masyarakat pesisir dan pulau-pulau terluar masih membutuhkan perhatian, terutama terkait pemenuhan kebutuhan dasar dan penguatan ketahanan sosial.
Ia juga mendorong kader GP Ansor mengidentifikasi potensi daerah yang dapat dikembangkan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus pelestarian kawasan pesisir.
Ketua GP Ansor Kepri, Sumarno Gareng, mengatakan penunjukan Kepri sebagai titik pertama aksi kemanusiaan nasional menjadi momentum untuk meningkatkan keterlibatan kader dalam kegiatan sosial.
Ia berharap gerakan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut melalui program kemanusiaan yang berkelanjutan di Batam dan wilayah Kepri lainnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kepri Dr. Nyanyang Haris Pratamura mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, aksi kemanusiaan menjadi salah satu bentuk penguatan persaudaraan, menjaga kerukunan, sekaligus mendukung pembangunan daerah.
Kegiatan ini turut dihadiri Anggota Komisi III DPR RI Riski Faisal, Wakapolresta Barelang AKBP Fadli Agus, Kasatpol PP Batam Imam Tohari, Rais Syuriah PWNU Kepri Kiai Usman Ahmad, perwakilan BUMA Kepri Beck Stevie, BUMA Batam Rizki Firmanda, Kapolsek Nongsa AKP Eko Chandra, serta Ketua PC GP Ansor Batam Kamaludin.
Melalui Aksi Kemanusiaan Nasional ini, GP Ansor ingin memperkuat peran pemuda dalam menjawab persoalan masyarakat. Kontribusi kader diharapkan tidak hanya terlihat dari besarnya organisasi, tetapi juga dari manfaat nyata yang diberikan, khususnya bagi masyarakat di kawasan perbatasan. (*)
Reporter : RY














