Batam, Nagoyapos – Warga Kampung Tua Dapur 12 Pantai, Sagulung, Batam, dibuat panik pada Rabu (13/8/2025) dini hari. Sebuah tongkang raksasa dilaporkan lepas tambat, hanyut terbawa angin kencang, lalu menghantam empat rumah warga, dua keramba, empat kelong, satu jaring ikan, dan menenggelamkan lima pompong.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 00.30 WIB itu menimbulkan dentuman keras yang membangunkan warga. Beruntung, tidak ada korban jiwa, namun kerugian material ditaksir mencapai lebih dari Rp100 juta.
Kronologi Kejadian
Fandi, salah satu korban terdampak paling parah, menceritakan bahwa rumahnya hancur setelah ditabrak tongkang yang hanyut. Saat kejadian, ia sedang beristirahat bersama enam anggota keluarga lainnya.
“Saya keluar rumah sebentar, lihat tongkang hanyut. Sekejap langsung nabrak rumah, bunyinya keras sekali,” ungkap Fandi.
Seluruh anggota keluarga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Perabotan rumah seperti TV dan kulkas hanyut terbawa air. Kini Fandi dan keluarganya mengungsi di rumah warga.
Tongkang 3 Bulan Mengapung
Warga lain, Narti, mengatakan tongkang tersebut sudah sekitar tiga bulan ditambatkan di perairan Dapur 12. Saat angin kencang dan air pasang, tali tambatnya diduga putus hingga kapal hanyut menabrak rumah-rumah warga.
“Tongkang itu lepas, menghantam rumah ipar saya, lalu rumah saya dan dua rumah lain. Setelah itu, dia menghantam keramba dan kelong, pompong warga juga tenggelam,” jelas Narti.
Identitas Tongkang
Berdasarkan pantauan di lokasi, tongkang tersebut diketahui bernama Bahtera Mulia 2502 dan kini kandas di dekat bakau perairan Sungai Lancar, tak jauh dari permukiman.
Kapolsek Sagulung, Iptu Khusnul, membenarkan kejadian ini. Kasusnya kini ditangani oleh Satpolair Polresta Barelang untuk penyelidikan lebih lanjut, termasuk mencari pemilik tongkang dan memastikan tanggung jawab ganti rugi bagi warga terdampak. (cr)













