<

Panen Perdana Lobster di Batam, Wapres Gibran: “Anak Muda Harus Terlibat!”

Panen Perdana Lobster di Batam, Wapres Gibran: “Anak Muda Harus Terlibat!”
Wapres Gibran didampingi Ketua Komisi IV DPR RI Titik Soeharto panen perdana lobster di Batam, Rabu (10/9/2025) (ist)

Batam, Nagoyapos – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menghadiri Panen Perdana Lobster di Pulau Setokok, Kecamatan Bulang, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (11/9/2025). Turut hadir Ketua Komisi IV DPR RI Titik Soeharto dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Panen ini merupakan hasil dari Modeling Budidaya Lobster yang dikembangkan Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Dalam sambutannya, Gibran menegaskan pentingnya pengembangan ekonomi biru dan swasembada pangan sebagai bagian dari program Asta Cita pemerintah.

“Ini (BPBL Batam) baru diresmikan tahun lalu, dan tahun ini sudah ada hasilnya. Biasanya Pak Treng (Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono) membuat model dulu, lalu dibesarkan, direplikasi, dan diaplikasikan di tempat lain,” ujar Gibran.

Wapres juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam inovasi perikanan.

“Saya lihat di sini banyak mahasiswa. Mohon anak-anak muda lebih banyak dilibatkan dalam riset, pengembangan, dan kerja sama dengan stakeholder lokal,” tegasnya.

Fasilitas Budidaya Lobster di Setokok

Kawasan budidaya lobster di Pulau Setokok memiliki luas 3 hektar dengan fasilitas modern, di antaranya 144 Karamba Jaring Apung (KJA), unit nursery, hingga cold room.

Dengan kapasitas produksi 6 ton per siklus per tahun, kawasan ini diharapkan bisa menjadi model percontohan nasional.

Potensi Ekspor Menggiurkan

Lobster merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia.

1. Tahun 2023, ekspor lobster mencapai 1.144 ton senilai USD 23,9 juta.
2. Hingga Oktober 2024, ekspor melonjak menjadi 2.120 ton dengan nilai USD 67,8 juta.

Melalui program ini, KKP menargetkan peningkatan produksi hingga 40–50 kg/lubang, melibatkan masyarakat lokal dalam penyediaan pakan dan pendederan Benih Bening Lobster (BBL) hingga ukuran siap jual.

Selain Batam, KKP juga mengembangkan modeling budidaya komoditas unggulan lain di sejumlah daerah, antara lain udang di Kebumen, nila di Karawang, rumput laut di Wakatobi dan Maluku Tenggara, serta kepiting di Pasuruan.

Dengan panen perdana ini, Batam semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu pusat budidaya lobster berkelas dunia. (cr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *