Batam, Nagoyapos – Kabar gembira datang bagi orang tua siswa di Batam. Pemerintah Kota (Pemko) Batam menuntaskan program pembagian seragam gratis bagi seluruh murid baru SD dan SMP tahun ajaran 2025. Program ini memastikan anak-anak bisa memulai sekolah tanpa beban biaya tambahan dari orang tua.
Distribusi seragam dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Batam dan resmi selesai pada September 2025. Target pembagian mencakup seluruh siswa kelas 1 SD dan kelas 7 SMP, baik di sekolah negeri maupun swasta.
Amsakar: Simbol Kepedulian Pemerintah
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan program seragam gratis merupakan simbol kepedulian pemerintah terhadap dunia pendidikan. Menurutnya, seragam bukan sekadar pakaian, tetapi bentuk kesetaraan dan keadilan pendidikan bagi semua murid.
“Kami ingin setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang, tanpa terkendala seragam,” ujar Amsakar.
Ia menambahkan, setiap anak berhak bersekolah dengan percaya diri. Pendidikan, katanya, adalah investasi utama untuk memajukan Batam.
105.670 Stel Seragam untuk 52.835 Siswa Baru
Tahun ini, Pemko Batam menyiapkan 105.670 stel seragam untuk 52.835 siswa baru. Setiap murid mendapat dua stel, yaitu:
1. Seragam nasional lengkap dengan atribut.
2. Baju kurung Melayu sebagai identitas budaya lokal.
Selain itu, siswi muslim mendapat tambahan hijab. Sementara murid laki-laki menerima dasi, topi, ikat pinggang, dan kain samping Melayu.
Rincian penerima seragam:
1. 13.215 murid SD negeri
2. 13.119 murid SD swasta
3. 14.539 murid SMP negeri
4. 11.962 murid SMP swasta
Dengan distribusi yang merata, Pemko Batam menegaskan tidak ada perbedaan perlakuan antara sekolah negeri dan swasta.
Distribusi Hingga Hinterland
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, menyebut distribusi berjalan lancar meski sempat menghadapi tantangan di wilayah hinterland.
“Kalau ada seragam yang ukurannya tidak sesuai, penyedia wajib segera mengganti agar siswa nyaman memakainya,” tegas Hendri.
Bangun Rasa Percaya Diri
Program ini bukan hanya mengurangi beban ekonomi orang tua, tapi juga membangun rasa percaya diri siswa. Dengan seragam baru, murid tidak perlu minder karena kondisi ekonomi keluarganya.
Pemko Batam ingin memastikan setiap anak datang ke sekolah dalam kondisi yang sama. Tidak ada lagi siswa yang merasa rendah diri atau absen karena seragam lusuh.
Langkah ini menegaskan komitmen Pemko Batam dalam mewujudkan pendidikan yang adil, inklusif, dan berkualitas untuk seluruh generasi muda Batam. (cr)

















