<

SMPN 38 Batam Rayakan HUT ke-16, Gurindam 12 Jadi Pusat Perayaan Literasi

Batam-(NagoyaPos.Com)- Suasana berbeda terasa di halaman SMPN 38 Batam, Selasa pagi. Angin pelan berhembus, seolah menyimak lantunan bait-bait tua yang dilafalkan anak-anak. Festival Anak Tanjunguncang Jilid 4 digelar meriah dalam rangka HUT ke-16 sekolah itu, namun momen paling menggetarkan terjadi saat siswa membacakan Gurindam 12 karya Raja Ali Haji.

Ribuan pasang mata menyaksikan para siswa berdiri tegap, membacakan salah satu pasal Gurindam 12 dengan penuh penghayatan. Salah satu bait yang dilafalkan adalah:

“Jika hendak mengenal orang berbangsa,
Lihat kepada budi dan bahasa.”

Bait tersebut mengingatkan bahwa seorang manusia dikenal bukan dari harta atau rupa, melainkan dari tutur dan akhlaknya. Di tengah era digital yang serba cepat, anak-anak SMPN 38 justru belajar memperlambat diri, meresapi makna kata, serta memahami bahwa literasi bukan sekadar membaca teks, tetapi membaca kehidupan.

Kepala SMPN 38 Batam, Alfida Hasan, S.Pd, mengaku pembacaan Gurindam 12 menjadi inti perayaan tahun ini. Ia bahkan secara langsung melatih siswa untuk membawakan karya sastra Melayu klasik tersebut.(03/02/2026)

“Kami ingin anak-anak mengenal sejarah dan kebudayaan Melayu. Sekarang pembaca Gurindam 12 sudah mulai langka. Jadi untuk kegiatan ini, saya sendiri yang melatih mereka,” ujarnya.

Festival Anak Tanjunguncang Jilid 4 tidak hanya menampilkan pembacaan gurindam. Beragam kegiatan budaya turut mewarnai perayaan, seperti pertunjukan tari tradisional, puisi langgam Melayu, serta atraksi pramuka. Semua tampak berpadu dalam satu semangat: menumbuhkan literasi dan cinta budaya pada generasi muda.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Batam, Qurniadi. Ia mengapresiasi inovasi sekolah yang mampu memadukan budaya dan literasi dalam kegiatan ekstrakurikuler.

“Ini inovasi yang patut dicontoh sekolah lain. Anak-anak tampil penuh kolaborasi dan percaya diri,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Batam Komisi IV, Muhammad Rudi, menilai potensi siswa sudah terlihat jelas. Ia berharap guru terus mendesain pembinaan bakat dan minat siswa agar terus berkembang.

“Potensi itu sudah ada. Tinggal bagaimana guru mendesain bakat dan minat mereka agar tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Dukungan juga mengalir dari berbagai unsur masyarakat, seperti Polsek Batu Aji, Puskesmas Tanjunguncang, para kepala sekolah, hingga PWI Batam yang memberi semangat literasi bagi para siswa.

Di usia ke-16, SMPN 38 Batam seolah menegaskan jati dirinya sebagai sekolah yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga sebagai ruang pelestarian budaya dan literasi.

Ketua PWI Batam, M.A Khafi Anshary, turut memberikan apresiasi. Ia menyebut Festival ATAUTILA Tanjunguncang yang mengangkat Gurindam 12 sebagai langkah tepat untuk menghidupkan literasi dan budaya di kalangan generasi muda.

“Sekalung budi untuk Alfida Hasan yang menyalakan pelita festival di sekolahnya. Ini seirama dengan semangat menumbuhkan literasi di hati generasi muda,” ucapnya.

Di tengah tepuk tangan dan gemerisik kostum adat, suara gurindam itu tetap mengalun. Mengingatkan bahwa literasi sejati bukan hanya kemampuan membaca huruf, tetapi kemampuan memahami nilai dan budaya.

SMPN 38 Batam, melalui Festival Anak Tanjunguncang Jilid 4, membuktikan bahwa perayaan ulang tahun sekolah dapat menjadi ruang pembelajaran budaya yang hidup dan bermakna.(**)

 

Reporter  :  RY
Editor       :  TJ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *