<
Batam  

KONI Batam Klarifikasi Isu Minim Prestasi, Tegaskan Peran Daerah Cetak Atlet Berprestasi

Pengurus KONI Batam memberikan klarifikasi terkait isu minimnya prestasi olahraga, serta menegaskan komitmen pembinaan atlet daerah sebagai fondasi prestasi di tingkat nasional dan internasional.

Batam-(NagoyaPos.Com) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batam memberikan klarifikasi atas isu yang menyebut Batam minim prestasi olahraga. Isu tersebut mencuat setelah adanya pemberitaan yang menyoroti kinerja serta pengelolaan dana hibah KONI Batam.

Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Batam, Daroe Nugroho, menilai informasi yang beredar belum sepenuhnya menggambarkan kondisi sebenarnya, khususnya terkait sistem pembinaan atlet yang selama ini berjalan di daerah.

Menurutnya, prestasi olahraga nasional tidak lepas dari peran daerah sebagai fondasi utama pembinaan atlet, termasuk Batam yang menjadi salah satu penyumbang atlet terbesar di Provinsi Kepulauan Riau.

“Atlet Indonesia itu lahir dari daerah. Atlet Kepri juga berasal dari kabupaten/kota, dan Batam termasuk yang paling banyak berkontribusi. Jadi prestasi itu dibangun dari bawah,” ujarnya, Rabu (1/4).

Ia mengungkapkan, sejumlah cabang olahraga (cabor) telah menyumbangkan prestasi di ajang Pekan Olahraga Nasional, dengan raihan medali emas dari atlet-atlet asal Batam.

“Cabor seperti layar, taekwondo, ski air, dan dance sport berhasil meraih medali emas. Itu kontribusi nyata dari atlet Batam,” jelasnya.

Kontribusi tersebut juga terlihat di tingkat internasional. Pada ajang SEA Games, dua dari tiga atlet Kepri yang berlaga berasal dari Batam.

“Hasilnya, dua atlet Batam meraih medali, masing-masing perak dan perunggu. Ini menunjukkan pembinaan di Batam berjalan efektif,” tambah Daroe.

Ia menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil pembinaan berkelanjutan yang didukung anggaran yang disalurkan ke masing-masing cabor.

“Pembinaan ada di daerah. Di Batam, proses itu berjalan dan hasilnya bisa dilihat dari prestasi atlet,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Organisasi KONI Batam, Fadlan, menekankan pentingnya penyampaian informasi berbasis data agar tidak menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.

“Setiap klaim atau pemberitaan harus didukung informasi yang bisa dipertanggungjawabkan, supaya tidak menimbulkan bias,” ujarnya.

Ia menyebut KONI Batam terus menjalankan program pembinaan, salah satunya melalui ajang Pekan Olahraga Kota (Porkot) sebagai wadah peningkatan kualitas atlet.

“Kita juga sudah melaksanakan Porkot, itu bagian dari upaya meningkatkan prestasi. Semua ada prosesnya,” jelasnya.

Terkait pengelolaan anggaran, Fadlan menegaskan pihaknya berpedoman pada regulasi yang berlaku dan dilakukan secara hati-hati.

“Kita mengikuti pengelolaan keuangan dan pelaporan sesuai aturan negara. Kita juga berkaca dari kasus di daerah lain,” tegasnya.

Ia memastikan dana hibah yang diterima disalurkan sesuai kebutuhan masing-masing cabor guna mendukung pembinaan atlet secara optimal.

“Anggaran benar-benar disalurkan sesuai kebutuhan cabor, agar pembinaan atlet bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Fadlan juga mengingatkan agar pemberitaan tidak bersifat opini tanpa dasar yang jelas.

“Segala sesuatu harus bisa dibuktikan. Jangan sampai opini justru menyesatkan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap media dapat terus berperan sebagai penyampai informasi yang objektif sekaligus sarana edukasi publik.

“Pemberitaan seharusnya memberikan edukasi dengan menyampaikan fakta yang benar, bukan memunculkan informasi yang berpotensi hoaks,” tutupnya. (*)

 

 

Reporter : RY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *