<
Batam  

Batam Dominasi Program MBG di Kepri, 394 Ribu Warga Jadi Penerima Manfaat

Bangunan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Batam yang disiapkan untuk melayani ribuan penerima manfaat. Operasionalnya terus dipercepat guna menjangkau masyarakat hingga wilayah kepulauan.

Batam-(NagoyaPos.Com) – Kota Batam menjadi tulang punggung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Kepulauan Riau. Hingga akhir Maret 2026, sebanyak 394.060 warga di Batam telah menerima manfaat dari program tersebut, tertinggi dibanding daerah lain di Kepri.

Data Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat, capaian penerima manfaat MBG di Kepri secara keseluruhan telah mencapai 579.270 orang atau sekitar 85,26 persen dari target. Program ini didukung oleh 230 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), 9.044 relawan, serta 509 pemasok bahan pangan.

Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, mengatakan Batam memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan program tersebut, baik dari sisi jumlah dapur maupun distribusi logistik.

“Batam menjadi penyumbang terbesar penerima manfaat di Kepri. Ini menunjukkan kesiapan infrastruktur dan dukungan berbagai pihak di daerah,” ujarnya saat kunjungan kerja di Batam, Kamis (2/4).

Saat ini, terdapat 135 dapur MBG yang beroperasi di Batam. Sementara untuk wilayah 3T di Kepri, total 130 dapur telah dibangun, namun sebagian masih menunggu penyelesaian administrasi pembayaran sebelum dapat dioperasionalkan.

Sony menjelaskan, pihaknya tengah mempercepat proses tersebut agar dapur yang sudah siap bisa segera difungsikan, terutama di wilayah terpencil.

“Kami sedang menyelesaikan administrasi pembayaran. Setelah rampung, dapur yang sudah dibangun bisa langsung beroperasi,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah pusat juga akan kembali memetakan kebutuhan dapur MBG di wilayah yang belum terjangkau, termasuk di pulau-pulau kecil.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung percepatan program, khususnya di wilayah 3T.

“Kami terus berkoordinasi dengan satgas di kabupaten/kota untuk memastikan pembangunan dan operasional dapur berjalan sesuai rencana,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu tantangan utama dalam pelaksanaan program MBG di wilayah kepulauan adalah distribusi bahan pangan. Oleh karena itu, pemerintah memastikan pasokan dari daerah penyangga seperti Batam, Bintan, dan Karimun tetap terjaga.

Dengan capaian yang terus meningkat dan dukungan infrastruktur yang semakin kuat, program MBG di Kepri diharapkan dapat menjangkau lebih luas masyarakat, terutama di daerah terpencil. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *