Jerez, Nagoyapos.com – Penampilan luar biasa ditunjukkan pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, dalam ajang Moto3 Spanyol 2026. Memulai balapan dari posisi ke-17, Veda sukses melesat hingga finis di posisi keenam dan langsung mendapat applaus dari kru Honda Team Asia, Minggu (26/4).
Balapan yang digelar di Sirkuit Jerez berlangsung sengit sejak awal. David Munoz sempat memimpin setelah menyalip Maximo Quiles, sementara insiden terjadi di tikungan pertama yang melibatkan Matteo Bertelle.
Di tengah ketatnya persaingan, Veda tampil tenang dan konsisten. Start dari posisi ke-17, pembalap asal Gunungkidul ini langsung naik ke posisi ke-15, lalu menembus posisi ke-12 hanya dalam dua lap awal.
Performa impresif terus ditunjukkan pembalap 17 tahun tersebut. Meski sempat disalip Marco Morelli, Veda tidak kehilangan ritme dan kembali menekan. Pada lap keenam, ia bahkan berhasil menembus posisi delapan.
Puncaknya terjadi saat Veda sempat melesat hingga posisi kelima, memperlihatkan performa luar biasa meski tertinggal beberapa detik dari pimpinan lomba Adrian Fernandez.
Namun hingga garis finis, Veda harus puas di posisi keenam. Sementara kemenangan diraih oleh Maximo Quiles dengan catatan waktu 33 menit 23,336 detik.
Dapat Sambutan Meriah dari Tim
Usai balapan, suasana haru dan bangga terlihat di paddock. Veda disambut tepuk tangan meriah dari seluruh kru Honda Team Asia yang sudah menunggu.
Ia pun menyalami satu per satu anggota tim sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras bersama.
“P6 Veda Ega Pratama. Rocket Boy naik 11 posisi dalam balapan yang luar biasa,” tulis Honda Team Asia.
Naik di Klasemen Moto3 2026
Tambahan 10 poin dari Jerez membuat Veda kini naik ke posisi keenam klasemen sementara Moto3 2026. Ini menjadi peningkatan signifikan setelah sebelumnya tampil di Moto3 Amerika.
Sementara itu, Maximo Quiles masih kokoh di puncak klasemen dengan 90 poin, diikuti Alvaro Carpe di posisi kedua dan Adrian Fernandez di posisi ketiga.
Hasil ini menjadi sinyal kuat bahwa Veda Ega Pratama bukan sekadar pelengkap di Moto3, melainkan ancaman nyata bagi para pembalap papan atas dunia.
Editor: Risman


















