<

Amsakar Achmad Alami Momen Spiritual Tak Terlupakan di Masjid Quba, Didoakan Imam untuk Kebaikan Batam

Amsakar Achmad Alami Momen Spiritual Tak Terlupakan di Masjid Quba, Didoakan Imam untuk Kebaikan Batam
Wali Kota Batam Amsakar Achmad mendapat pengalaman spritual saat mengunjungi Masjid Quba di Madinah (dok amsakar)

Madinah, Nagoyapos.com – Perjalanan spiritual di Kota Madinah meninggalkan pengalaman mendalam bagi Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Di tengah rangkaian ibadah dan ziarah religi, Amsakar mengaku mengalami momen paling unik dan menyentuh saat mengunjungi Masjid Quba, masjid pertama yang dibangun Rasulullah SAW.

Catatan perjalanan bertajuk Catatan Pelepas Penat: Masjid Quba itu ditulis langsung oleh Amsakar Achmad saat menjalani ibadah di Tanah Suci bersama sang istri.

Sejak tiba di Madinah, berbagai agenda ibadah dan kunjungan telah dijalani. Mulai dari melaksanakan sholat di Masjid Nabawi, berziarah ke Raudhah, menjalankan sholat lima waktu, hingga mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah Islam seperti Islamic University of Madinah, Maktabah Al Markaziah, Masjid Qiblatain, Jabal Uhud, hingga kawasan Waqaf Utsman Bin Affan.

Namun, di antara seluruh perjalanan spiritual tersebut, kunjungan ke Masjid Quba meninggalkan kesan tersendiri bagi Amsakar.

Dari sejarah Islam, Masjid Quba dikenal sebagai masjid pertama yang dibangun Rasulullah SAW setelah hijrah ke Madinah pada tahun 1 Hijriah atau 622 Masehi. Rasulullah disebut menetap beberapa hari di kawasan itu sebelum memasuki Madinah dan bersama para sahabat membangun masjid di atas tanah milik keluarga Kulsum bin Hadam.

Masjid ini memiliki keutamaan luar biasa. Dalam hadis Rasulullah SAW disebutkan bahwa sholat di Masjid Quba memiliki pahala seperti melaksanakan umrah.

“Masjid ini didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama,” demikian firman Allah dalam QS. At-Taubah ayat 108 yang menjadi salah satu keistimewaan Masjid Quba.

Sekitar pukul 12.00 waktu Madinah, Amsakar bersama istri dan tour guide mereka, Ustadz Rifa’i, tiba di area parkir Masjid Quba sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan buggy car menuju lokasi utama.

Setibanya di masjid, Amsakar dan istrinya langsung melaksanakan sholat tahiyatul masjid. Namun, tanpa diduga, momen itulah yang menjadi awal pengalaman spiritual tak terlupakan.

Saat sedang melaksanakan ibadah, seorang syech ternyata memperhatikan Amsakar. Usai sholat, sang syech meminta Ustadz Rifa’i mempertemukannya dengan Amsakar.

Sosok tersebut diketahui bernama Syech Tayyib Muhammad, salah seorang imam di Masjid Quba.

“Beliau memanggil saya setelah selesai sholat tahiyatul masjid,” tulis Amsakar dalam catatannya.

Percakapan hangat pun berlangsung dengan bantuan penerjemah Ustadz Rifa’i. Dalam pertemuan itu, Syech Tayyib mengaku tersentuh melihat sikap tawadhu Amsakar.

“Saya bahagia melihat ketawadhukan anda. Saya tahu anda orang baik,” kata sang imam seperti diceritakan Amsakar.

Tak berhenti di situ, Syech Tayyib kemudian meminta izin untuk mendengarkan bacaan Surah Al Fatihah dari Amsakar. Permintaan tersebut sempat membuatnya tertegun.

Amsakar kemudian membacakan Al Fatihah. Sang imam memberikan beberapa koreksi pada pelafalan ayat tertentu, termasuk saat membaca Iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn, Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm, hingga waladdhaaallliiin.

Meski mengakui bacaannya masih banyak kekurangan, Amsakar merasa dikuatkan oleh nasihat sang imam.

“Sudah bagus tapi perlu terus diperbaiki,” ujar Syech Tayyib memberi semangat.

Di akhir pertemuan, sang imam juga menyampaikan rasa bangganya kepada masyarakat Indonesia dan meminta izin mendoakan Amsakar beserta keluarganya.

Momen tersebut menjadi pengalaman spiritual yang paling membekas selama berada di Madinah.

“Semoga dengan mata hati yang tajam, doa Syech Tayyib Muhammad tersebut memberikan kebaikan bagi saya dan keluarga, terutama bagi Batam tercinta,” tutup Amsakar.

Editor: Risman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *