Batam-(NagoyaPos.Com) – Kinerja keuangan Badan Pengusahaan (BP) Batam hingga pertengahan Juni 2026 menunjukkan tren positif. Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat mencapai Rp899,23 miliar atau 36,73 persen dari target tahunan.
Capaian tersebut meningkat 19,93 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Sementara itu, realisasi belanja BP Batam mencapai Rp546,75 miliar atau tumbuh 19,64 persen dibandingkan tahun 2025.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan peningkatan PNBP menjadi indikator semakin tingginya aktivitas investasi dan pertumbuhan ekonomi di Kota Batam. Di sisi lain, peningkatan realisasi belanja menunjukkan percepatan pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan investor terhadap Batam semakin tinggi dan kinerja keuangan BP Batam semakin baik dan optimal. Kami ingin mengoptimalkan penggunaan PNBP ini sehingga percepatan program pembangunan infrastruktur bisa terselesaikan dengan maksimal,” ujar Amsakar, Jumat (19/6).
Menurutnya, kondisi keuangan yang sehat menjadi modal penting bagi BP Batam untuk terus mendorong pembangunan kawasan serta memperkuat daya saing Batam sebagai tujuan investasi nasional maupun internasional.
Dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI beberapa hari lalu, Amsakar memaparkan bahwa BP Batam memperoleh pagu indikatif Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp2,437 triliun yang seluruhnya bersumber dari skema pembiayaan PNBP.
Anggaran tersebut terdiri dari Program Dukungan Manajemen sebesar Rp1,094 triliun dan Program Pengembangan Kawasan Strategis sebesar Rp1,343 triliun.
Namun demikian, Amsakar bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengusulkan rekomposisi anggaran dengan mengalihkan sebagian anggaran Program Dukungan Manajemen sebesar Rp131,26 miliar atau sekitar lima persen dari total pagu ke Program Pengembangan Kawasan Strategis.
Langkah ini dilakukan agar penggunaan anggaran lebih efektif dengan mengurangi porsi biaya operasional rutin dan meningkatkan belanja modal yang produktif. Melalui kebijakan tersebut, porsi anggaran yang berdampak langsung terhadap pembangunan kawasan, pelayanan publik, dan penguatan iklim investasi diharapkan semakin besar.
“Penguatan anggaran pembangunan tersebut akan diarahkan untuk mendukung pengembangan sumber daya air dan jaringan distribusi air minum, pengembangan infrastruktur lingkungan hidup termasuk instalasi pengolahan air limbah dan pengelolaan limbah B3, serta penguatan konektivitas darat seperti drainase dan infrastruktur jalan,” jelasnya.
Amsakar menegaskan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur merupakan kebutuhan mendesak untuk mendukung masuknya investasi baru sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia optimistis, dengan dukungan anggaran yang lebih terfokus pada pembangunan, Batam akan semakin kompetitif dalam menarik investor dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
“Infrastruktur yang andal akan memperkuat daya saing Batam sebagai tujuan investasi. Ketika investasi tumbuh, maka lapangan kerja terbuka, aktivitas ekonomi meningkat, dan manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Inilah yang menjadi fokus utama BP Batam dalam perencanaan anggaran Tahun 2027,” pungkasnya. (*)
Reporter : RY














