<
Batam  

Batam Ukir Prestasi Nasional, Sekda Firmansyah Paparkan Transformasi Digital di ADLG Awards 2026

Batam Ukir Prestasi Nasional, Sekda Firmansyah Paparkan Transformasi Digital di ADLG Awards 2026
Sekda Firmansyah paparkan strategi transformasi digital di ADGL Award 2026 (mc batam)

Batam, Nagoyapos.com – Komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam mempercepat transformasi pemerintahan digital kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Pemko Batam berhasil lolos ke babak final Askompsi Digital Leadership Government (ADLG) Awards 2026 untuk kategori Sekretariat Daerah Kota.

Pada tahap final, Batam akan bersaing dengan empat kota lainnya, yakni Surakarta, Malang, Bogor, dan Bitung, dalam ajang yang menilai kepemimpinan dan inovasi transformasi digital di lingkungan pemerintahan daerah.

Keberhasilan tersebut diraih setelah Pemko Batam melewati sejumlah tahapan seleksi, mulai dari Self Assessment, Executive Visitasi, hingga Executive Leadership Panel yang menjadi tahap presentasi sekaligus penilaian akhir.

Ajang ADLG Awards 2026 diselenggarakan oleh Asosiasi Komunikasi dan Informatika Provinsi Seluruh Indonesia (ASKOMPSI) bekerja sama dengan Inixindo Jogja serta didukung Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, yang berlangsung di Swiss-Belresidences Kalibata, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Firmansyah: Digitalisasi Harus Berdampak Langsung bagi Masyarakat

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, menegaskan bahwa keberhasilan masuk ke babak final bukan sekadar mengejar penghargaan, tetapi menjadi bukti keseriusan Batam membangun birokrasi yang adaptif, terintegrasi, dan berbasis data.

“Digitalisasi bukan tentang seberapa banyak aplikasi yang kita miliki. Ukuran keberhasilannya adalah seberapa cepat pemerintah bekerja, seberapa akurat keputusan diambil, dan seberapa mudah masyarakat memperoleh pelayanan,” ujar Firmansyah.

Menurutnya, transformasi digital harus melampaui digitalisasi layanan administratif.

Teknologi dan data, kata dia, harus menjadi bagian dari sistem kerja pemerintahan, mulai dari proses perencanaan, pengambilan keputusan, pengawasan pembangunan, hingga pelayanan publik.

“Data menjadi fondasi, integrasi menjadi kekuatan, dan pelayanan kepada masyarakat menjadi tujuan utama,” tegasnya.

Bangun Smart Government Berbasis Data

Firmansyah menjelaskan, tantangan pemerintah saat ini bukan lagi sekadar menghadirkan layanan digital, tetapi membangun ekosistem pemerintahan digital yang mampu menghubungkan perangkat daerah, data, kebijakan, dan pelayanan dalam satu sistem yang terintegrasi.

“Kita ingin membangun pemerintahan yang tidak hanya digital di permukaan, tetapi juga digital dalam cara berpikir dan cara bekerja. Ketika data saling terhubung, perangkat daerah bergerak dalam satu orkestrasi, serta keputusan dapat diambil lebih cepat dan presisi, di situlah transformasi benar-benar terjadi,” katanya.

Konsep tersebut sejalan dengan materi yang diujikan dalam Executive Leadership Panel, yang menilai berbagai aspek seperti:

* Visi kepemimpinan digital.
* Strategi transformasi digital daerah.
* Kolaborasi lintas perangkat daerah.
* Pengambilan keputusan berbasis data.
* Inovasi tata kelola pemerintahan.
* Keberlanjutan transformasi digital.
* Dampak terhadap pelayanan publik.

Selain itu, panel juga membahas isu-isu strategis, seperti Data Driven Government, Working System Pemerintah Digital, Future Government, integrasi lintas perangkat daerah, kolaborasi digital, hingga penerapan Artificial Intelligence (AI Government) dalam pemerintahan.

Selaras dengan Visi Amsakar-Li Claudia

Firmansyah menegaskan arah transformasi digital tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kota Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra.

Visi tersebut menitikberatkan pada pemerintahan yang efektif, responsif, adaptif terhadap perubahan, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Batam merupakan kota dengan pertumbuhan yang sangat cepat. Karena itu, pemerintah juga harus bergerak cepat. Kita tidak boleh hanya mengikuti perubahan, tetapi harus mampu membaca perubahan, mengelola data menjadi dasar pengambilan keputusan, serta memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan pelayanan yang lebih sederhana dan berkualitas bagi masyarakat,” ujarnya.

Penghargaan Bukan Tujuan Akhir

Firmansyah berharap keberhasilan Batam melaju ke final ADLG Awards 2026 dapat menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus berinovasi membangun tata kelola pemerintahan yang modern.

Menurutnya, target utama bukan sekadar meraih penghargaan, melainkan menghadirkan smart government yang mampu bekerja lintas sektor, mengintegrasikan data, dan menghasilkan kebijakan yang semakin presisi.

“Penghargaan adalah bentuk apresiasi, bukan garis akhir. Target sesungguhnya adalah menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, transparan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Itulah wajah pemerintahan masa depan yang ingin kita bangun dari Batam,” tutup Firmansyah. (R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *