Batam, Nagoyapos.com – Sebuah kapal tongkang bermuatan batu granit dilaporkan terbalik di perairan Batu Ampar, Kota Batam, Kepulauan Riau. Insiden yang terjadi pada Rabu (24/6/2026) itu dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa, meski sempat memicu perhatian aparat keselamatan pelayaran.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan pihaknya menerima laporan kecelakaan laut tersebut sekitar pukul 08.35 WIB.
Tongkang itu diketahui sedang melakukan pelayaran dari Tanjung Balai Karimun menuju Singapura dengan ditarik oleh kapal tugboat (TB) Soul 1010.
“Berdasarkan informasi yang kami terima, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Seluruh kru kapal tugboat yang menarik tongkang tersebut dilaporkan dalam kondisi aman dan selamat,” kata Fazzli, Minggu (28/6/2026).
KPLP Sempat Melihat Tongkang Mulai Miring
Berdasarkan laporan awal, sebelum tongkang terbalik, kapal tersebut sempat berpapasan dengan kapal patroli Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) di perairan Batu Ampar.
Petugas KPLP yang melihat kondisi tongkang mulai miring langsung memberikan peringatan kepada kru kapal. Mereka juga menginstruksikan agar tongkang segera diarahkan menuju Pelabuhan Batu Ampar sebagai langkah antisipasi.
Namun, kondisi tongkang terus memburuk meski upaya penyelamatan telah dilakukan.
“Tidak lama setelah upaya penyelamatan dilakukan, kapal bermuatan batu granit tersebut semakin tidak stabil hingga akhirnya terbalik di tengah laut,” jelas Fazzli.
Penyebab Masih Diselidiki
Hingga saat ini, penyebab pasti tongkang bermuatan batu granit tersebut terbalik masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
Sementara itu, instansi terkait masih melakukan pemantauan di lokasi kejadian guna memastikan bangkai tongkang tidak mengganggu jalur pelayaran maupun aktivitas kapal yang melintas di perairan Batu Ampar.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden ini menjadi perhatian serius karena terjadi di salah satu jalur pelayaran tersibuk di Kota Batam yang setiap hari dilalui kapal niaga dan kapal internasional menuju Singapura.
Pihak berwenang juga mengimbau para operator kapal untuk selalu memastikan kondisi muatan, stabilitas kapal, serta mematuhi standar keselamatan pelayaran agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Risman














