<
Bisnis  

Calo Tiket Kapal di Batam Makin Terjepit! 70 Persen Penumpang Pelni Kini Beralih ke Pembelian Digital

Calo Tiket Kapal di Batam Makin Terjepit! 70 Persen Penumpang Pelni Kini Beralih ke Pembelian Digital
Sejak memberlakukan pembelian tiket lewat aplikasi, calo tiket jauh berkurang di Batam (ilustrasi/AI)

Batam, Nagoyapos.com – Transformasi digital yang dilakukan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) mulai mengubah kebiasaan masyarakat dalam membeli tiket kapal di Batam. Saat ini, sekitar 70 persen transaksi tiket telah dilakukan melalui kanal digital, sekaligus mempersempit ruang gerak praktik percaloan yang selama ini kerap meresahkan calon penumpang.

Kepala Cabang Pelni Batam, Duta Kusuma, mengatakan sistem penjualan tiket kini telah terintegrasi dengan identitas penumpang. Setiap tiket diterbitkan atas nama pengguna yang sah sehingga tidak dapat diperjualbelikan atau dipindahtangankan secara bebas.

“Setiap pembelian tiket terhubung dengan identitas penumpang. Dengan sistem ini, peluang penyalahgunaan maupun praktik percaloan dapat ditekan,” ujar Duta.

Menurutnya, meningkatnya penggunaan layanan digital tidak lepas dari semakin baiknya literasi masyarakat dalam memanfaatkan aplikasi dan layanan berbasis daring. Selain lebih praktis, proses pembelian tiket secara online juga menghemat waktu karena tidak lagi mengharuskan calon penumpang datang ke loket.

Data Pelni menunjukkan, sekitar 70 persen penjualan tiket kini dilakukan melalui aplikasi resmi Pelni dan jaringan mitra penjualan resmi. Sementara itu, sekitar 30 persen transaksi masih dilakukan melalui loket penjualan.

Antrean di Loket Berkurang

Peralihan ke sistem digital juga membawa dampak positif terhadap pelayanan di pelabuhan. Antrean pembelian tiket di loket semakin berkurang karena masyarakat dapat memesan tiket kapan saja dan dari mana saja.

Selain mempermudah proses transaksi, sistem digital juga memberikan akses informasi yang lebih cepat dan transparan, mulai dari jadwal keberangkatan, ketersediaan kursi, hingga data tiket yang telah dibeli.

Pelni Ingatkan Masyarakat Hindari Calo

Pelni mengimbau masyarakat agar tidak membeli tiket dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Penumpang diminta menggunakan aplikasi resmi Pelni maupun mitra penjualan resmi untuk menghindari penipuan dan memastikan tiket yang dibeli valid.

Duta menegaskan, sistem berbasis identitas penumpang menjadi salah satu langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan keamanan transaksi sekaligus menutup celah praktik percaloan.

Layanan Digital Terus Dikembangkan

Ke depan, Pelni berkomitmen terus memperkuat ekosistem layanan digital melalui pengembangan aplikasi, integrasi berbagai metode pembayaran elektronik, serta peningkatan layanan informasi pelanggan.

Langkah tersebut diharapkan mampu menghadirkan pelayanan transportasi laut yang lebih aman, mudah, transparan, dan akuntabel, sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang menggunakan jasa angkutan laut Pelni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *