Bintan, ( Nagoyapos.com ) — Bupati Bintan Roby Kurniawan meminta seluruh pihak memastikan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026 berlangsung aman, tertib, transparan dan demokratis. Ia mengingatkan agar pesta demokrasi di tingkat desa tidak menjadi sumber konflik di masyarakat.
Hal itu disampaikan Roby saat memimpin Rapat Koordinasi Pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) terkait pelaksanaan Pilkades Kabupaten Bintan 2026 di Ruang Rapat 2 Kantor Bupati Bintan, Selasa, 6 Oktober 2026.
Rapat koordinasi tersebut dikoordinasikan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bintan. Rakor melibatkan unsur Forkopimda, perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, panitia Pilkades serta TNI dan Polri.
Pada 2026, Pilkades serentak akan digelar di 13 desa di Kabupaten Bintan. Selain itu, satu desa akan melaksanakan pemilihan kepala desa melalui mekanisme Pergantian Antarwaktu (PAW).
“Pilkades harus menjadi pesta demokrasi masyarakat desa, bukan menjadi sumber konflik di tengah masyarakat,” kata Roby.
Roby meminta koordinasi antarinstansi diperkuat sejak tahapan pemutakhiran data pemilih, pencalonan, kampanye, masa tenang, pemungutan dan penghitungan suara hingga penetapan hasil serta pelantikan kepala desa terpilih.
Menurut dia, panitia Pilkades harus bekerja secara profesional, transparan dan tidak memihak kepada calon tertentu. Aparatur pemerintahan juga diminta menjaga netralitas serta tidak menggunakan fasilitas ataupun kewenangan pemerintah untuk kepentingan calon.
Dari sisi keamanan, Roby meminta TNI dan Polri bersama pemerintah daerah, kecamatan serta desa melakukan deteksi dini dan memetakan potensi kerawanan selama seluruh tahapan Pilkades.
Ia juga mengingatkan seluruh pihak untuk menghindari politik uang, penyebaran berita bohong, provokasi dan ujaran kebencian yang berpotensi memicu konflik antarwarga.
Roby mengatakan keberhasilan Pilkades tidak semata-mata diukur dari terlaksananya proses pemungutan suara. Menurut dia, proses demokrasi tersebut harus menghasilkan kepala desa yang memiliki legitimasi dan mampu melanjutkan pembangunan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Siapa pun yang terpilih nantinya adalah kepala desa bagi seluruh masyarakat desa, bukan hanya bagi masyarakat yang memilihnya,” ujar Roby.
Ia mengajak seluruh pihak menjadikan Pilkades 2026 sebagai momentum untuk memperkuat demokrasi di tingkat desa sekaligus menjaga persatuan masyarakat.
Roby berharap seluruh tahapan Pilkades di Kabupaten Bintan dapat berlangsung aman, damai dan kondusif hingga proses pelantikan kepala desa terpilih. (*)














