<
Batam  

Udara Batam Belum Bersih! AQI Patam Capai 146, Kelompok Sensitif Perlu Waspada

Udara Batam Belum Bersih! AQI Patam Capai 146, Kelompok Sensitif Perlu Waspada
Kualitas udara Kota Batam, Senin (19/10/2026)masih buruk (ilustrasi)

Batam, Nagoyapos.com – Kualitas udara di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), masih menjadi perhatian pada Senin pagi, 19 Oktober 2026. Indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) tercatat mencapai 146, dengan konsentrasi partikel halus PM2.5 sebesar 53 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Berdasarkan data pemantauan kualitas udara yang diperbarui pada pukul 06.21 WIB, angka AQI tersebut masuk kategori buruk pada skala indeks yang digunakan sumber pemantauan. Kondisi ini menunjukkan bahwa polusi udara masih perlu diwaspadai, terutama oleh kelompok masyarakat yang sensitif terhadap pencemaran udara.

Sementara itu, suhu udara di Batam tercatat sekitar 26 derajat Celsius, dengan kelembapan 86 persen dan kecepatan angin 7,9 kilometer per jam. Cuaca setempat dilaporkan berpotensi mengalami hujan di sejumlah wilayah.

AQI Batam Capai 146, PM2.5 Masih Tinggi

Selain AQI, konsentrasi partikel PM2.5 menjadi salah satu indikator penting untuk memantau kondisi udara di Batam.

Data pada pukul 06.21 WIB menunjukkan PM2.5 mencapai 53 µg/m³, sedangkan PM10 tercatat sebesar 59 µg/m³. Partikel PM2.5 berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan ketika terhirup.

Data pemantauan berikutnya untuk wilayah Patam, yang diperbarui pukul 06.31 WIB, menunjukkan konsentrasi PM2.5 sebesar 54 µg/m³. Angka tersebut sekitar 3,6 kali lebih tinggi dibandingkan pedoman harian PM2.5 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 15 µg/m³.

Perlu diketahui, perbandingan dengan pedoman WHO tersebut merupakan acuan konsentrasi PM2.5 rata-rata 24 jam, bukan batas yang dirancang untuk dibandingkan langsung dengan satu pengukuran sesaat.

Kelompok Sensitif Perlu Lebih Berhati-hati

Paparan polusi udara dapat memicu gangguan pernapasan, terutama bagi orang yang memiliki asma atau penyakit paru-paru, anak-anak, lansia, serta kelompok yang rentan terhadap pencemaran udara.

Masyarakat dapat melakukan sejumlah langkah pencegahan, seperti mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, menutup jendela apabila udara luar tercemar, serta menggunakan masker respirator yang sesuai, seperti N95, ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

Warga yang mengalami sesak napas, batuk yang memburuk, atau keluhan pernapasan lainnya perlu membatasi paparan dan mencari pertolongan medis jika gejalanya berat.

Warga Diminta Memantau Perkembangan Kualitas Udara

Kondisi kualitas udara dapat berubah mengikuti arah angin, aktivitas sumber polusi, dan kondisi cuaca. Karena itu, masyarakat Batam disarankan memantau pembaruan indeks kualitas udara serta informasi resmi dari instansi terkait.

Meski terdapat potensi hujan di sekitar Batam, hujan tidak selalu membuat kualitas udara langsung membaik secara merata. Kondisi aktual tetap perlu dilihat dari hasil pemantauan terbaru.

Dengan AQI mencapai 146 dan PM2.5 berada di kisaran 53–54 µg/m³ pada pemantauan pagi ini, warga diimbau tetap waspada dan menyesuaikan aktivitas luar ruangan dengan kondisi udara setempat.

RM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *