Batam, Nagoyapos.com – Persoalan air bersih, banjir, kelistrikan, dan sampah masih menjadi tantangan yang harus diselesaikan Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengajak masyarakat untuk memperkuat persatuan dan gotong royong daripada menghabiskan energi untuk saling menyalahkan.
Pesan tersebut disampaikan Amsakar saat menghadiri Bengkong Smiling Morning ke-16 di Lapangan Chu Bee, Bengkong, Minggu (18/10/2026). Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kebersamaan warga.
Amsakar menilai, berbagai persoalan yang dihadapi Batam membutuhkan keterlibatan semua pihak. Menurutnya, kritik dan perbedaan pandangan seharusnya diarahkan untuk menghasilkan solusi, bukan justru memunculkan narasi yang kontraproduktif.
“Apakah dengan saling membuat narasi kontraproduktif dan mencari-cari kesalahan orang lain, masalah bisa selesai? Mengapa kita harus menghabiskan energi untuk mendiskusikan hal-hal yang tidak perlu? Ini tidak sejalan dengan spirit kemerdekaan,” tegas Amsakar.
Amsakar Singgung Persoalan Air Bersih, Banjir, dan Listrik
Dalam sambutannya, Amsakar mengakui masih terdapat sejumlah persoalan perkotaan yang membutuhkan perhatian serius. Mulai dari penyediaan air bersih, penanganan banjir, kelistrikan hingga pengelolaan sampah, semuanya memerlukan langkah konkret dan kerja sama yang berkelanjutan.
Ia mengajak masyarakat untuk melihat berbagai tantangan tersebut sebagai tanggung jawab bersama. Pemerintah dan warga, menurutnya, perlu membangun komunikasi yang baik agar upaya penyelesaian masalah dapat berjalan lebih efektif.
Amsakar menegaskan, sikap saling menyalahkan tidak akan menyelesaikan persoalan. Sebaliknya, semangat kolaborasi dan keterlibatan masyarakat dapat menjadi modal penting untuk mendorong perubahan di Kota Batam.
“Oleh karena itu, hal-hal yang sifatnya saling melemahkan satu sama lain saya kira sudah harus kita hindari. Kalau semangat kita bersama dan gerak kita bersama, insyaallah pekerjaan yang berat akan menjadi ringan,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga melalui tindakan nyata untuk menjaga keharmonisan dan memperbaiki kehidupan masyarakat.
Bengkong Smiling Morning Jadi Ruang Memperkuat Kebersamaan
Selain menyampaikan pesan tentang persoalan kota, Amsakar mengapresiasi panitia dan seluruh pihak yang telah menjaga keberlangsungan Bengkong Smiling Morning hingga memasuki penyelenggaraan ke-16.
Menurutnya, konsistensi selama bertahun-tahun menunjukkan adanya komitmen kuat untuk merawat silaturahmi dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat.
“Selamat atas penyelenggaraan Bengkong Smiling Morning yang sudah sampai ke-16. Tidak banyak agenda yang bisa bertahan sampai 16 tahun. Ini menunjukkan adanya komitmen dan kebersamaan yang terus dijaga,” ujar Amsakar.
Ia menilai kegiatan kemasyarakatan seperti Bengkong Smiling Morning bukan sekadar agenda berkumpul. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial, memperkuat persaudaraan, serta menjaga komunikasi antarwarga dari berbagai latar belakang.
Amsakar berharap kegiatan itu terus berkembang sebagai wadah positif yang mampu menumbuhkan kepedulian sosial dan memperkuat hubungan antarmasyarakat.
Ajak Warga Batam Jaga Persatuan
Amsakar kembali menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Batam. Perbedaan pendapat, menurutnya, tidak seharusnya menjadi penghalang bagi masyarakat untuk bekerja sama demi kepentingan bersama.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan gotong royong sebagai kekuatan untuk membangun kota. Dengan komunikasi yang baik, semangat kebersamaan, dan keterlibatan warga, berbagai persoalan diharapkan dapat diselesaikan secara bertahap.
Melalui Bengkong Smiling Morning, Amsakar berharap semangat persaudaraan terus terpelihara dan masyarakat semakin aktif mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang harmonis.
Ia menegaskan bahwa kemajuan Batam tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat. Persatuan dan kerja bersama diharapkan menjadi modal untuk mewujudkan Batam yang semakin baik.
RM














