Batam-(NagoyaPos.Com) – Sebanyak 6.042 tenaga kerja terserap dalam operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batam. Di tengah penyerapan tenaga kerja tersebut, pengawasan keamanan pangan dan perekrutan pekerja lokal menjadi perhatian dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kapolda Kepri Irjen Pol Suhendri menekankan dua hal tersebut saat bertemu dengan 12 koordinator wilayah SPPG tingkat kecamatan se-Kota Batam di SPPG Baloi Permai, Mega Legenda, Kamis (22/10).
Suhendri mengatakan, program MBG tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja.
Karena itu, pengelola SPPG didorong memprioritaskan perekrutan tenaga kerja lokal agar manfaat program dapat dirasakan langsung oleh warga di sekitar lokasi operasional.
Selain persoalan tenaga kerja, Suhendri mengingatkan pentingnya menjaga keamanan pangan di setiap tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, kebersihan lingkungan, hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat.
Seluruh pengelola SPPG diminta mematuhi standar Badan Gizi Nasional (BGN) dan menjalankan prosedur operasional secara konsisten untuk mencegah risiko keracunan makanan.
Koordinasi antara koordinator wilayah, camat, kepala SPPG, dan instansi terkait juga perlu diperkuat untuk mengatasi kendala di lapangan. Pengawasan dilakukan agar program berjalan transparan, bertanggung jawab, dan sesuai ketentuan.
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari Program Prioritas Kapolri Quick Wins 1, Pengungkit 3, yakni Polisi Peduli Pengangguran, yang mendorong sinergi Polri dengan berbagai pihak untuk memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Koordinator Wilayah SPPG Kota Batam Defri Frenaldi menyampaikan, dari 148 SPPG yang tercatat di Batam, sebanyak 129 unit aktif beroperasi, sementara 10 unit lainnya baru diresmikan.
Ia menyebutkan, keberadaan SPPG telah menyerap 6.042 tenaga kerja yang terlibat dalam berbagai tahapan operasional, mulai dari persiapan bahan makanan, pengolahan, pemorsian, hingga distribusi.
Menurut Defri, program MBG turut membuka peluang kerja sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat setempat. Dukungan lintas instansi dinilai penting agar pelaksanaan program berjalan optimal dan manfaatnya semakin luas.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakapolda Kepri Brigjen Pol Anom Wibowo, pejabat utama Polda Kepri, Kapolresta Barelang, Defri Frenaldi, Ketua Yayasan Keluarga Bin Hood Hardi Bin Hood, para koordinator kecamatan, serta kepala SPPG se-Kota Batam.
Terpisah, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Dr Nona Pricillia Ohei mengajak masyarakat ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Masyarakat juga dapat menghubungi layanan kepolisian 110 yang tersedia selama 24 jam dan bebas biaya untuk meminta bantuan maupun menyampaikan pengaduan. (*)
Reporter : RY














