<

Addin Jauharudin Bawa Misi Kemanusiaan ke Perbatasan Batam, GP Ansor Libatkan Pemuda Jaga Pesisir

Ket ; Foto Simbolis penyerahan Air bersih bagi warga yang membutuhkan oleh Ketua Umum Ansor Dr. Addin Jauharudin, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Dr. Nyanyang Haris Pratamura Serta Waka Polresta Barelang AKBP Fadli Agus

Batam, (Nagoyapos.com) – Kehadiran Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Addin Jauharudin, di Pantai Pulau Putri, Nongsa, Batam, Kamis (29/10/2026), menjadi bagian dari pelaksanaan Aksi Kemanusiaan Nasional GP Ansor. Melalui kegiatan bertajuk “Bergerak Bersama, Peduli Sesama”, organisasi kepemudaan tersebut menghadirkan aksi nyata berupa penyaluran ratusan paket sembako, pembagian ribuan masker, penyediaan tangki air bersih, hingga kegiatan gotong royong membersihkan pantai.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum bagi GP Ansor untuk memperluas pengabdian organisasi kepada masyarakat, terutama di wilayah kepulauan dan perbatasan yang memiliki tantangan sosial maupun lingkungan.

Batam dan Kepulauan Riau memiliki posisi geografis yang strategis karena berada di kawasan jalur pelayaran internasional, berdekatan dengan Selat Malaka, Selat Singapura, dan kawasan Laut Cina Selatan. Letak tersebut menjadikan Kepri sebagai salah satu wilayah penting dalam aktivitas perdagangan dan maritim, sekaligus membutuhkan perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir dan kelestarian lingkungan.

Di tengah posisi strategis tersebut, persoalan kebutuhan infrastruktur dasar, ketersediaan air bersih, pengelolaan lingkungan, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Karena itu, keterlibatan organisasi kepemudaan dalam kegiatan sosial dinilai memiliki peran penting untuk memperkuat ketahanan masyarakat di kawasan perbatasan.

Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Addin Jauharudin, menegaskan bahwa gerakan kemanusiaan harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen organisasi. Kader Ansor, Barisan Ansor Serbaguna (Banser), maupun Rijalul Ansor didorong untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika terjadi bencana dan kondisi yang membutuhkan bantuan.

Dalam pelaksanaannya, GP Ansor menetapkan enam sektor prioritas gerakan kemanusiaan, meliputi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), erupsi gunung api, kekeringan, gempa bumi, banjir, serta pembersihan sungai.

Gerakan tersebut tidak sebatas memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak, tetapi juga mencakup langkah mitigasi bencana, edukasi kesehatan, penanganan keadaan darurat, dan pemulihan lingkungan.

Addin juga mengajak kader di berbagai daerah untuk mengambil peran dalam membantu masyarakat yang terdampak karhutla. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui dukungan penanganan kebakaran, distribusi masker, serta edukasi mengenai bahaya paparan asap.

“Yang terpenting, niat baik itu ada dan bisa kita lakukan. Ansor dan Banser lahir dari masyarakat, sehingga sudah seharusnya organisasi ini bersatu dan bergerak bersama masyarakat,” ujarnya.

Selain mendorong gerakan sosial, Addin meminta kader agar mampu mengenali dan mengembangkan potensi daerah masing-masing. Menurutnya, pemberdayaan masyarakat harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan sehingga keberadaan organisasi dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Bagi daerah pesisir seperti Batam, potensi ekonomi masyarakat dan kelestarian lingkungan merupakan dua hal yang saling berkaitan. Oleh sebab itu, pemuda diharapkan tidak hanya menjadi penggerak kegiatan sosial, tetapi juga mampu mengambil bagian dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.

Ketua GP Ansor Kepulauan Riau (Kepri), Sumarno Gareng, menyampaikan bahwa Kepri menjadi daerah pertama yang dikunjungi dalam rangkaian Aksi Kemanusiaan Nasional tersebut.

Ia berharap kehadiran gerakan nasional ini dapat menjadi pemicu bagi kader Ansor di Batam dan wilayah Kepri lainnya untuk memperluas kegiatan sosial yang berkelanjutan.

“Alhamdulillah, Kepri menjadi titik pertama yang dikunjungi. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi kami, khususnya pemuda Ansor di Batam, untuk terus saling membantu dan melaksanakan kegiatan sosial bersama-sama,” ungkap Sumarno.

Ia menjelaskan, GP Ansor Kepri sebelumnya telah melaksanakan sejumlah kegiatan sosial dan lingkungan, termasuk gotong royong membersihkan pantai serta pembagian masker. Melalui kegiatan di Pulau Putri, pihaknya ingin memperkuat keterlibatan kader dalam membantu masyarakat sekaligus menjaga kawasan pesisir.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Dr. Nyanyang Haris Pratamura. Ia mengapresiasi inisiatif GP Ansor yang menghadirkan berbagai kegiatan kemasyarakatan, mulai dari bakti sosial, pelayanan kesehatan, hingga Gerakan Pangan Murah.

Menurut Nyanyang, kegiatan kemanusiaan memiliki nilai penting dalam mempererat hubungan antarmasyarakat. Ia juga mengajak seluruh elemen untuk menjaga kerukunan dan bersama-sama mengawal pembangunan agar program pemerintah di Kepulauan Riau dapat berjalan sesuai harapan.

“Melalui kegiatan bakti sosial dan kemanusiaan ini, kita memperkokoh persaudaraan. Dengan silaturahmi, kerukunan dapat terjaga dan pertumbuhan ekonomi di Kepri diharapkan berjalan dengan baik,” katanya.

Kegiatan di Pulau Putri juga menjadi gambaran bahwa pembangunan kawasan perbatasan membutuhkan dukungan berbagai pihak. Tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi, tetapi juga melalui perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, perlindungan lingkungan, dan kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana.

Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Golkar Riski Faisal, Wakil Gubernur Kepri Dr. Nyanyang Haris Pratamura, Wakapolresta Barelang AKBP Fadli Agus, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Batam Imam Tohari, Rais Syuriah PWNU Kepri Kiai Usman Ahmad, Kepala Perwakilan Wilayah BUMA (Badan Usaha Milik Ansor) Kepri Beck Stevie, Kepala Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) Batam Rizki Firmanda, Ketua PC GP Ansor Kota Batam Kamaludin, serta Kapolsek Nongsa AKP Eko Chandra.

GP Ansor berharap Aksi Kemanusiaan Nasional tersebut dapat menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan semakin banyak kader dan elemen masyarakat. Semangat gotong royong diharapkan tidak hanya hadir saat kegiatan berlangsung, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap persoalan sosial, penanggulangan bencana, dan pelestarian lingkungan.

Dari kawasan pesisir Pulau Putri, Batam, gerakan ini membawa pesan bahwa masyarakat di wilayah perbatasan juga membutuhkan perhatian dan keterlibatan nyata seluruh elemen bangsa. Pemuda memiliki tanggung jawab untuk menjaga persaudaraan, membangun kepedulian, serta ikut memperkuat ketahanan sosial masyarakat di kawasan terdepan Indonesia. (Hr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *