Batam-(NagoyaPos.Com) – Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak hanya menjadi tugas kepolisian. Peran aktif masyarakat, termasuk komunitas dan paguyuban warga, juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.
Semangat tersebut terlihat dalam silaturahmi dan doa bersama Polda Kepulauan Riau (Kepri) dengan Paguyuban Warga Demak (Pawadem) Batam di Gedung Mangsang Creative Center, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sungai Beduk, Kamis (29/10) malam.
Kegiatan ini menjadi momentum mempererat hubungan kepolisian dengan masyarakat sekaligus mengajak warga asal Demak yang bermukim di Batam ikut menjaga kondusivitas daerah.
Selain doa bersama dan ceramah keagamaan, Polda Kepri juga menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga Demak dan masyarakat berpenghasilan rendah di sekitar lokasi kegiatan.
Ketua Umum Pawadem Batam, Mahmud Arif, mengapresiasi langkah Polda Kepri yang membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan silaturahmi dan kepedulian sosial.
Menurutnya, warga Demak di Batam memiliki komitmen untuk menjaga persaudaraan, baik di lingkungan internal paguyuban maupun dengan masyarakat dari berbagai suku dan etnis lainnya.
“Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi langkah Polda Kepri. Warga Demak di Batam selama ini konsisten menjaga komunikasi dan persaudaraan. Kami komit untuk terus menjaga kondusivitas demi terwujudnya Batam yang aman dan damai,” ujar Mahmud.
Ia menyebutkan, berdasarkan data organisasi, jumlah warga asal Demak yang bermukim di Batam diperkirakan mencapai 600 orang. Paguyuban terus berupaya menjaga kekompakan sekaligus membangun hubungan harmonis dengan komunitas masyarakat lainnya.
Mahmud juga menyampaikan terima kasih atas bantuan sembako yang diberikan. Menurutnya, kepedulian tersebut dapat membantu meringankan beban warga yang membutuhkan sekaligus memperkuat semangat gotong royong.
Apresiasi juga disampaikan Ketua RT 03 Mangsang, Eko Prayitno. Ia menilai kegiatan yang memadukan pendekatan keagamaan dan aksi sosial dapat mempererat hubungan antara aparat kepolisian dengan masyarakat.
Eko mengungkapkan, sekitar 60 persen penduduk di wilayah RW 03 Mangsang merupakan perantau asal Demak. Karena itu, komunikasi dan kebersamaan antarwarga menjadi faktor penting dalam menjaga ketenteraman lingkungan.
“Ini langkah yang sangat positif. Kami berharap sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat ini tidak berhenti di sini, tetapi rutin dilaksanakan dan direplikasi di kawasan lain di Batam,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, hubungan kepolisian dan masyarakat diharapkan semakin kuat. Sebab, keamanan lingkungan tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui komunikasi, kepedulian sosial, dan kesadaran bersama untuk menjaga kerukunan.
Keterlibatan paguyuban dan komunitas masyarakat menjadi salah satu modal penting dalam merawat keberagaman sekaligus menjaga Batam tetap aman dan damai. (*)
Reporter : RY














