Batam-(NagoyaPos.Com) – Ancaman di ruang digital kini menjadi tantangan baru bagi ketahanan nasional. Penguasaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan penguatan keamanan siber dinilai penting untuk melindungi kedaulatan negara, terutama di tengah semakin bergantungnya berbagai sektor strategis pada teknologi digital.
Persoalan tersebut menjadi sorotan Ketua Umum DPP Ikatan Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas), Prof. (E-ITB) Purnomo Yusgiantoro, saat menyampaikan orasi ilmiah di Institut Teknologi dan Bisnis Indobaru Nasional (IIBN), Batam, Jumat (30/10).
Orasi yang berlangsung di Aula Lantai 6 IIBN itu mengangkat tema Sinergitas Artificial Intelligence & Cyber Security dalam Memperkuat Ketahanan Nasional. Purnomo hadir sebagai Ketua Umum DPP IKAL Lemhannas sekaligus Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Energi.
Dalam forum tersebut, perkembangan teknologi digital ditempatkan sebagai bagian penting dari strategi menjaga ketahanan bangsa. AI memiliki potensi mendukung efisiensi, analisis data, hingga pengambilan keputusan. Namun, kemajuan itu juga menghadirkan risiko baru apabila tidak diimbangi sistem keamanan siber yang memadai.
Ketua DPD IKAL Lemhannas Kepri, Laksma TNI (Purn) Dr. Bambang Wahyudi, mengatakan posisi geografis Kepulauan Riau yang berada di jalur perdagangan internasional, khususnya Selat Malaka dan Selat Singapura, membuat penguatan ketahanan nasional menjadi semakin relevan.
Menurutnya, transformasi digital harus dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing bangsa. Namun, perlindungan terhadap sistem digital dan infrastruktur strategis juga tidak boleh diabaikan.
“Posisi strategis Kepulauan Riau menuntut kita untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kemajuan teknologi dan transformasi digital harus mampu meningkatkan daya saing bangsa. Namun, kemajuan tersebut juga harus diimbangi dengan penguatan keamanan siber guna melindungi kedaulatan negara serta infrastruktur strategis nasional,” ujarnya.
Bambang berharap forum ilmiah tersebut tidak sekadar menjadi ruang pertukaran pengetahuan, tetapi juga melahirkan gagasan strategis yang dapat diterapkan dalam menghadapi tantangan keamanan nasional.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam memahami hubungan antara penguasaan teknologi, keamanan siber, dan kedaulatan negara.
Bela Negara Tidak Hanya Mengandalkan Kekuatan Militer
Rektor IIBN, Dr. Jontro Simanjuntak, mengatakan tanggung jawab menjaga negara tidak hanya berada di pundak aparat pertahanan dan keamanan. Seluruh elemen bangsa memiliki peran dalam mempertahankan kedaulatan, persatuan, dan keberlangsungan kehidupan berbangsa.
Ia menjelaskan, sistem pertahanan negara melibatkan komponen utama, cadangan, dan pendukung. Di dalamnya terdapat peran warga negara, sumber daya manusia, sumber daya alam, serta sarana dan prasarana nasional.
“Jika generasi terdahulu berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan dengan keterbatasan sarana, generasi saat ini menghadapi tantangan yang berbeda, termasuk ancaman di ruang digital,” ujarnya.
Jontro mengingatkan, semangat bela negara harus terus hidup meskipun bentuk pengabdiannya berubah mengikuti perkembangan zaman. Perjuangan masa kini juga dilakukan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, pemikiran, moral, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Ia turut menyoroti besarnya potensi sumber daya alam Indonesia, mulai dari gas alam, emas, hingga tembaga. Kekayaan tersebut, menurutnya, harus dikelola secara baik dan berintegritas agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Jontro juga mendorong kalangan akademisi berkontribusi melalui pengembangan pengetahuan dan keahlian di bidang strategis, seperti intelijen, kejahatan siber, dan energi.
Kolaborasi lintas disiplin dinilai penting agar perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga ikut memperkuat kemampuan bangsa menghadapi ancaman yang terus berkembang.
Enam Perguruan Tinggi Teken Nota Kesepahaman
Sementara itu, orasi ilmiah tersebut juga menjadi ruang penguatan kolaborasi antara IKAL Lemhannas dan perguruan tinggi di Batam.
Di akhir kegiatan, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara DPD IKAL Lemhannas RI Provinsi Kepulauan Riau dengan enam perguruan tinggi di Kota Batam.
Kerja sama tersebut mencakup penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, ketahanan nasional, dan wawasan kebangsaan.
Kegiatan turut dihadiri Wakil Rektor IIBN Denok Wulandari, S.Kom., M.Kom., Kaprodi Hukum Bisnis Dr. Yudi Kornelis, S.H., M.Hum., Kaprodi Sistem Informasi Cosmas Eko Suharyanto, S.Kom., M.Msi., Kaprodi Bisnis Digital Renniwaty Siringo-ringo, S.E., M.Si., serta Kaprodi Kewirausahaan Okki Kurnia, S.Par., M.M., Ph.D.
Jalannya orasi ilmiah dimoderatori Dr. Yudi Kornelis, S.H., M.Hum.
Melalui kegiatan ini, IIBN berharap mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mengembangkan pengetahuan dan inovasi untuk mendukung daya saing bangsa.
Penguatan AI dan keamanan siber diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan nasional yang tidak hanya bertumpu pada kekuatan fisik, tetapi juga kecakapan sumber daya manusia, penguasaan teknologi, dan komitmen menjaga kedaulatan negara. (*)
Reporter : RY














