<

RUPSLB BEI Setujui Tiga Agenda, Dividen Khusus Capai Rp1,56 Triliun

Jakarta-(NagoyaPos.Com)- Pemegang saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyetujui tiga agenda utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2026 yang digelar Rabu, (28/10/2026)

Rapat tersebut dihadiri 88 pemegang saham atau 98,88 persen dari seluruh pemegang saham yang memiliki hak suara. Seluruh agenda yang membutuhkan persetujuan disepakati secara bulat.

Tiga agenda itu mencakup perubahan Anggaran Dasar dalam rangka demutualisasi bursa, penggunaan saldo laba ditahan, serta Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) BEI tahun buku 2027.

Pada agenda pertama, pemegang saham menyetujui perubahan sejumlah ketentuan Anggaran Dasar BEI sebagai bagian dari proses demutualisasi Bursa Efek. Kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2026 tentang Pemegang Saham Bursa Efek.

Perubahan Anggaran Dasar belum langsung berlaku. Ketentuan tersebut efektif setelah memperoleh persetujuan OJK serta persetujuan atau penerimaan pemberitahuan perubahan Anggaran Dasar dari Menteri Hukum Republik Indonesia.

BEI menyatakan akan tetap menjaga independensi dalam seluruh tahapan demutualisasi, termasuk melalui koordinasi dengan OJK serta lembaga negara dan institusi pemerintah terkait.
Dividen Khusus Rp1,56 Triliun
Pada agenda kedua, pemegang saham menyetujui penggunaan saldo laba ditahan berdasarkan laporan keuangan auditan untuk periode yang berakhir pada (30/06/2026)

Sebesar Rp2 triliun dialokasikan sebagai dana cadangan operasional dan pengembangan perseroan sesuai Pasal 26 ayat (2) POJK Nomor 13 Tahun 2026.

Selain itu, BEI membagikan dividen tunai khusus kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 27 Oktober 2026. Total dividen mencapai Rp1,564 triliun, atau setara Rp17 miliar per saham.

Pembagian dividen khusus tersebut menjadi salah satu keputusan penting dalam RUPSLB 2026.

Sementara itu, agenda ketiga menyangkut persetujuan RKAT BEI untuk tahun buku 2027. Dalam rencana tersebut, BEI menetapkan 51 program kerja dengan total anggaran sekitar Rp596,4 miliar.

Anggaran tersebut diarahkan untuk memperkuat bisnis, meningkatkan kualitas dan infrastruktur pasar modal, serta memperkuat kapabilitas pendukung, termasuk teknologi informasi.

BEI menargetkan rata-rata nilai transaksi harian saham pada 2027 mencapai Rp21 triliun. Bursa juga menargetkan 905 pencatatan efek baru dan rata-rata investor aktif bulanan sebanyak 1,3 juta investor.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan berbagai rencana tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas pasar modal, meningkatkan transparansi, serta menjaga kepercayaan investor.

Selain agenda persetujuan, RUPSLB juga memuat agenda lain-lain yang hanya berupa penyampaian informasi sehingga tidak memerlukan persetujuan pemegang saham.(*)

 

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *